Berita Kota Balikpapan

Bayam Brasil Jadi Primadona Baru, Warga Muara Rapak Kembangkan Urban Farming Bernilai Ekonomi

Budidaya Bayam Brasil yang dilakukan warga RT 49, Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara. Foto: BorneoFlash/Ist
Budidaya Bayam Brasil yang dilakukan warga RT 49, Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara. Foto: BorneoFlash/Ist

Produk tersebut dipasarkan dengan harga Rp20 ribu per pack dengan berat 100 gram. Jangkauan pemasaran pun semakin luas. 

Hasil panen tidak hanya dijual di lingkungan sekitar, tetapi juga dipasarkan ke berbagai titik seperti outlet lokal, kantor DKP3, kawasan Ibnu Sina, hingga melalui bazar dan platform daring.

Tak berhenti di Bayam Brasil, warga juga mengembangkan berbagai komoditas lain seperti selada, sawi, dan kangkung. Bahkan tanaman herbal seperti jahe dan kunyit turut dibudidayakan untuk diolah menjadi minuman kesehatan.

Lebih dari sekadar kegiatan bercocok tanam, program ini menjadi sarana pemberdayaan masyarakat. Selain melibatkan warga sekitar, kegiatan ini juga membuka peluang tambahan penghasilan dan memperkuat ketahanan pangan di lingkungan permukiman.

Hasil Budidaya Bayam Brasil yang dilakukan warga RT 49, Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara. Foto: BorneoFlash/Ist

Hasil Budidaya Bayam Brasil yang dilakukan warga RT 49, Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara. Foto: BorneoFlash/Ist

Keberhasilan ini menjadikan Muara Rapak sebagai salah satu contoh praktik urban farming yang tidak hanya mendukung gaya hidup sehat, tetapi juga mampu mendorong ekonomi berbasis komunitas di Kota Balikpapan.

Adanya tren yang terus meningkat, Bayam Brasil berpotensi menjadi komoditas unggulan baru yang menggabungkan nilai kesehatan dan ekonomi, dalam satu langkah sederhana dari halaman rumah warga. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar