Berita Nasional

Konflik Timur Tengah Memanas, Pupuk Indonesia Jamin Stok Tetap Aman

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menjawab pertanyaan awak media usai Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (2/4/2026). FOTO : ANTARA/Harianto.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menjawab pertanyaan awak media usai Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (2/4/2026). FOTO : ANTARA/Harianto.

BorneoFlash.com, JAKARTA - Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi memastikan pasokan dan bahan baku pupuk nasional tetap aman meski konflik di Timur Tengah meningkat, terutama di Selat Hormuz.



Ia menjelaskan perusahaan mengamankan bahan baku impor lebih awal berkat dukungan uang muka pemerintah. Pemerintah juga menetapkan harga bahan baku dalam negeri agar tetap stabil.



Rahmad menegaskan kondisi bahan baku masih terkendali. Produksi urea nasional mencapai 8,8 juta ton dari kapasitas terpasang 9,4 juta ton.



Ia menyebut Perpres Nomor 113 Tahun 2025 memperkuat pengadaan bahan baku. Kebijakan ini memungkinkan pembayaran di muka dan memperlancar distribusi. Skema berbasis harga pasar juga meningkatkan transparansi dan efisiensi, sehingga petani lebih mudah mengakses pupuk.



Untuk menjaga produksi, Pupuk Indonesia mendiversifikasi sumber bahan baku. Perusahaan mengimpor fosfat dan kalium dari berbagai negara karena Indonesia tidak memilikinya.



Sekretaris Perusahaan Yehezkiel Adiperwira menyebut perusahaan memperoleh fosfat dari Maroko, Tunisia, dan Aljazair, serta kalium dari Kanada dan Laos. Perusahaan juga mencari alternatif pasokan sulfur dari Kanada dan Kazakhstan serta memenuhi sebagian kebutuhan asam sulfat dari dalam negeri.



Pupuk Indonesia menjaga stok bahan baku di level aman untuk mengantisipasi kenaikan biaya logistik. Saat ini, kapasitas produksi grup mencapai 14,8 juta ton per tahun.



Ia menegaskan produksi urea nasional tetap mandiri karena menggunakan gas bumi domestik. Karena itu, konflik di Selat Hormuz tidak berdampak langsung dan perusahaan tetap menjaga pasokan pupuk bagi petani. (*

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar