Prioritas lainnya mencakup peningkatan kualitas lingkungan dan sosial, pengembangan destinasi MICE dan pariwisata, penguatan ekonomi kreatif dan inovasi, serta pemantapan status kota ramah anak.
Rahmad menambahkan, penyusunan RKPD juga membuka ruang partisipasi publik melalui forum musrenbang. Masukan dari masyarakat dan pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.
“Kita ingin perencanaan ke depan semakin baik. Semua isu strategis seperti stunting, energi, banjir, hingga infrastruktur akan kita tangani secara bertahap sesuai prioritas,” jelasnya.
Namun demikian, ia mengakui adanya keterbatasan anggaran. Dari total usulan masyarakat yang mencapai sekitar Rp4 triliun, kemampuan anggaran daerah saat ini hanya sekitar Rp600 miliar.

Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan RKPD Kota Balikpapan Tahun 2027, di Auditorium Balai Kota Balikpapan, pada Kamis (2/4/2026). Foto: BorneoFlash/Ardian
“Usulan itu akan kita kaji. Mana yang paling prioritas, itu yang akan kita dahulukan sesuai kemampuan anggaran,” tegasnya.
Meski dihadapkan pada keterbatasan, Pemerintah Kota Balikpapan optimistis pembangunan tetap berjalan optimal.
Dengan perencanaan yang matang dan fokus pada kebutuhan utama, kota ini ditargetkan semakin nyaman dihuni dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar