BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Di tengah dinamika global yang kian tidak menentu, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat, untuk tetap tenang serta tidak terpancing isu yang berpotensi memicu kepanikan, terutama terkait ekonomi dan energi.
Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa peran pemerintah sangat penting dalam menyaring dan menyampaikan informasi kepada publik secara bijak.
Ia mengingatkan agar setiap informasi yang beredar tidak memperkeruh suasana, melainkan memberikan ketenangan dan kepastian kepada masyarakat.
“Pasti ada dampak global, baik langsung maupun tidak langsung. Tapi yang terpenting adalah bagaimana kita menyampaikan informasi dengan bijak agar tidak menimbulkan keresahan,” ujarnya, saat memberikan sambutan pada apel pagi, di Halaman Balai Kota, pada Senin (30/3/2026).
Ia menyoroti situasi geopolitik dunia, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah, yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan pasokan energi secara global. Meski demikian, ia memastikan bahwa pemerintah pusat telah memberikan jaminan terkait ketersediaan energi, termasuk bahan bakar minyak.
Namun sebagai langkah antisipasi, masyarakat tetap diimbau untuk mulai menerapkan pola hidup hemat energi. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga ketahanan daerah jika dampak global semakin meluas.
“Kalau kita bisa menghemat dari sekarang, itu akan sangat membantu dalam menjaga stabilitas ke depan,” katanya.
Selain isu global, Rahmad juga menyoroti dampak lokal yang mulai terasa, terutama meningkatnya arus pendatang ke Balikpapan pasca momentum Lebaran. Sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara, Balikpapan menjadi magnet bagi masyarakat dari berbagai daerah yang mencari peluang ekonomi.
Menurutnya, fenomena ini harus disikapi secara terbuka namun tetap terukur. Pemerintah tidak dapat membatasi kedatangan masyarakat, namun harus memastikan bahwa pertumbuhan tersebut tetap sejalan dengan ketertiban dan nilai sosial yang ada.
“Mereka datang dengan harapan hidup yang lebih baik. Ini harus kita sikapi dengan bijak, tetapi tetap menjaga ketertiban dan nilai-nilai yang sudah kita bangun,” ujarnya.
Ia pun menekankan pentingnya menjaga kearifan lokal sebagai identitas kota. Mulai dari disiplin berlalu lintas, menjaga kebersihan lingkungan, hingga etika dalam kehidupan sosial harus terus dipertahankan, bahkan diperkuat.
Peran lurah dan ketua RT dinilai krusial dalam proses adaptasi para pendatang baru. Edukasi langsung di tingkat lingkungan diharapkan mampu membantu mereka memahami dan mengikuti norma yang berlaku di Balikpapan.

“Kita yang harus memberi contoh. Jangan sampai nilai-nilai yang sudah kita jaga justru luntur. Pendatang harus kita rangkul, tapi juga diarahkan agar beradaptasi dengan budaya di sini,” tegasnya.
Dengan kombinasi kewaspadaan terhadap isu global dan penguatan nilai lokal, Pemerintah Kota Balikpapan optimistis stabilitas daerah tetap terjaga. Rahmad menutup dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga komunikasi dan tidak mudah terprovokasi.
“Kalau masyarakat tetap tenang dan tidak panik, insyaallah Balikpapan akan tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)





