Bahlil menegaskan langkah ini penting untuk menjaga stabilitas energi nasional di tengah ketidakpastian global.
“Kami diminta segera mencari pasokan dari berbagai negara dan mengoptimalkan sumber energi yang ada,” ujarnya.
Meski situasi global tidak menentu, pemerintah memastikan stok BBM dan LPG nasional tetap aman.
Ketegangan Militer dan Klaim yang Bertolak Belakang
Di tengah situasi tersebut, IRGC melaporkan telah mengusir sejumlah kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz. Iran juga membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut jalur tersebut telah dibuka.
Menurut Iran, klaim tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan dan dinilai menyesatkan.
Sebaliknya, beberapa negara seperti Thailand dilaporkan berhasil meloloskan kapal tanker mereka setelah melakukan komunikasi diplomatik langsung dengan Iran—menunjukkan bahwa akses masih mungkin dibuka secara selektif.
Diplomasi Jadi Kunci
Dalam situasi yang terus berkembang, pemerintah Indonesia kini berpacu dengan waktu. Keselamatan kru kapal, keamanan distribusi energi, serta stabilitas nasional menjadi prioritas utama.
Keberhasilan diplomasi akan menjadi penentu apakah kapal-kapal Indonesia dapat segera keluar dari zona konflik, atau justru menghadapi risiko yang lebih besar di tengah ketegangan global yang belum menunjukkan tanda mereda. (*)





