Pemkot Samarinda

Terminal BBM Palaran Segera Dibangun, Target Rampung Awal 2028

lihat foto
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Rencana pembangunan terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) atau fuel terminal di Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, akhirnya memasuki tahap realisasi.

Proyek tersebut akan mulai dipersiapkan pembangunannya pada tahun ini setelah melalui proses perencanaan yang berlangsung sejak 2021.

Keberadaan terminal BBM tersebut dipandang penting untuk memperkuat sistem penyimpanan serta distribusi energi di Samarinda.

Selain itu, fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pasokan BBM dari daerah lain yang selama ini menjadi salah satu titik rawan dalam rantai logistik bahan bakar.

Kepastian mengenai kelanjutan proyek tersebut disampaikan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, usai melakukan pembahasan dengan pihak PT Pertamina Patra Niaga terkait rencana pembangunan terminal.

Ia mengingatkan bahwa pada periode 2021 hingga 2022, distribusi BBM di Samarinda sempat beberapa kali mengalami gangguan. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat karena kerap dipersepsikan sebagai kelangkaan bahan bakar.

“Keberadaan terminal BBM di Samarinda diharapkan dapat memperkuat ketahanan pasokan bahan bakar sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih terjamin dan stabil,” ujar Andi Harun, pada Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, izin lokasi pembangunan sebenarnya telah diterbitkan sejak 2021. Setelah melalui sejumlah tahapan koordinasi dan persiapan, proyek tersebut dipastikan memasuki fase awal pembangunan pada tahun ini.

Proses konstruksi diperkirakan berlangsung sekitar dua tahun dengan target penyelesaian pada awal 2028.


Menurut Andi Harun, izin lingkungan dari kementerian terkait telah diterbitkan. Sementara itu, di tingkat pemerintah kota masih disiapkan sejumlah dokumen teknis pendukung, termasuk site plan serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

“Seluruh proses perizinan harus dipastikan memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku agar pembangunan dapat berjalan sesuai prosedur,” tegasnya.

Terminal BBM tersebut direncanakan berdiri di kawasan Handil Bakti, Kecamatan Palaran. Lokasi itu dipilih karena dalam rencana tata ruang wilayah memang diperuntukkan sebagai kawasan industri sehingga dinilai lebih tepat dibandingkan kawasan permukiman.

Selain memperkuat ketahanan energi daerah, pembangunan terminal ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Pemerintah Kota Samarinda menargetkan keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proses pembangunan maupun operasionalnya.

“Kami berharap peluang kerja dari proyek ini dapat dimanfaatkan oleh tenaga kerja lokal. Apabila terdapat kebutuhan tenaga dengan keahlian tertentu, pemerintah kota siap memfasilitasi pelatihan agar masyarakat Samarinda dapat berpartisipasi,” katanya.

Lebih jauh, ia menilai keberadaan terminal BBM berpotensi mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi di kawasan sekitarnya. Dampak tersebut dapat muncul melalui berbagai sektor penunjang seperti transportasi, jasa, perhotelan, hingga usaha mikro.

Pergerakan ekonomi yang timbul dari aktivitas tersebut diyakini turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda.

Ke depan, pemindahan distribusi BBM dari fasilitas lama menuju terminal baru di Palaran akan dilakukan secara bertahap. Hal itu mengingat operasional terminal BBM termasuk kategori industri vital sehingga tidak memungkinkan dilakukan perpindahan secara sekaligus.

“Izin lokasi telah terbit sejak 2021 dan komunikasi dengan berbagai pihak terus kami lakukan hingga proyek ini dapat segera dimulai. Kami berharap keberadaan terminal ini nantinya memberikan manfaat besar bagi masyarakat Samarinda dan wilayah sekitarnya,” pungkas Andi Harun. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar