Rapat koordinasi lanjutan juga dijadwalkan berlangsung di Balikpapan dan akan difasilitasi oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) guna memastikan kesiapan operasional di lapangan.
“Koordinasi lintas sektor terus kami lakukan bersama seluruh pemangku kepentingan transportasi, sehingga berbagai kebutuhan teknis dapat dipersiapkan secara matang,” jelasnya.
Selain itu, pemanfaatan infrastruktur pendukung juga menjadi perhatian utama dalam pengaturan arus kendaraan.
Keberadaan Jembatan Pulau Balang diharapkan dapat membantu mendistribusikan arus lalu lintas sekaligus mengurangi potensi kepadatan pada jalur penyeberangan Kariangau–Penajam.
Dishub Kaltim memastikan seluruh moda transportasi, baik darat, laut, maupun udara, telah menyatakan kesiapan dalam menghadapi masa angkutan Lebaran tahun ini.
“Kami berupaya memastikan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar, sekaligus mampu mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat, khususnya yang menuju kawasan IKN,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar