“Kita ingin pembinaan usia dini dilakukan serius, terencana, dan berbasis data. Dengan begitu, prestasi bisa berjenjang dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menegaskan, niat Pemkot Balikpapan adalah memajukan sepak bola, sekaligus seluruh cabang olahraga melalui sistem pembinaan yang sehat dan berkesinambungan.
Hal ini juga akan disampaikannya kepada Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas'ud agar menjadi kebijakan bersama.
Bagus mengaku memiliki kedekatan emosional dengan sepak bola. Ia mengenang masa ketika Kalimantan Timur dikenal sebagai gudangnya pemain tengah kreatif di tingkat nasional.
“Dulu Kaltim punya Aji Ridwan, Bima Sakti, Fahri Husaini, sampai Ponaryo Astaman. SSB Mandau juga sangat terkenal. Saya rindu kejayaan itu kembali, dimulai dari pembinaan usia dini,” tuturnya.
Pemkot Balikpapan berharap mampu melahirkan generasi pesepak bola baru yang berprestasi, membanggakan daerah, dan mengembalikan marwah sepak bola Balikpapan di kancah nasional. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar