Pemkot Balikpapan

55 Pejabat Fungsional Dilantik, Wali Kota Balikpapan: ASN Harus Adaptif

lihat foto
Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas'ud resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap 55 pejabat fungsional di lingkungan pemkot, pada Jumat (8/5/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas'ud resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap 55 pejabat fungsional di lingkungan pemkot, pada Jumat (8/5/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas'ud resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap 55 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, pada Jumat (8/5/2026). 

Pelantikan yang berlangsung di Aula Balai Kota itu menjadi bagian dari penguatan birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di tengah peran strategis Balikpapan sebagai mitra utama pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas'ud menegaskan bahwa pelantikan pejabat fungsional bukan sekadar agenda administratif, melainkan langkah penting dalam membangun Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, adaptif, dan memiliki keahlian sesuai bidangnya.

“Peran jabatan fungsional sangat strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel,” ujar Rahmad Mas’ud dalam sambutannya, pada pelantikan.

lihat foto
Pelantikan dan Pengambilan sumpah jabatan terhadap 55 pejabat fungsional di lingkungan pemkot, pada Jumat (8/5/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Pelantikan dan Pengambilan sumpah jabatan terhadap 55 pejabat fungsional di lingkungan pemkot, pada Jumat (8/5/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Menurutnya, tantangan pelayanan publik di era digital saat ini semakin kompleks. ASN dituntut mampu bertransformasi dan meninggalkan pola kerja lama, terlebih Balikpapan kini berada dalam pusaran pembangunan IKN yang bergerak cepat dan dinamis.

Rahmad juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar mampu menjadi motor penggerak perubahan birokrasi. Ia menekankan bahwa kinerja ASN tidak lagi diukur sebatas administrasi atau serapan anggaran, tetapi pada dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar