BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan untuk membangun kembali prestasi sepak bola daerah dengan menempatkan pembinaan usia dini sebagai fondasi utama.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, saat Musyawarah Pemilihan Ketua Balikpapan All Star Tahun 2026-2030, di Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Balikpapan, pada Jumat (30/1/2026).
Bagus menyampaikan, melalui sinergi KONI dan Balikpapan All Stars, pemerintah menargetkan dalam dua hingga tiga tahun ke depan Balikpapan sudah memiliki tim sepak bola kelompok usia 12 dan 16 tahun yang dibina secara terstruktur.
“Pembinaan harus dimulai sejak dini. Kita ingin punya tim usia 12 dan usia 16 yang benar-benar hasil pembinaan Balikpapan sendiri. Untuk itu, Askot PSSI Kota Balikpapan akan kita dorong menyusun program yang tepat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Bagus menegaskan, anggaran yang bersumber dari APBD harus dimanfaatkan untuk memotivasi anak-anak agar berprestasi, bukan untuk membeli pemain dari luar daerah.
“KONI dan cabang olahraga jangan melakukan jual beli pemain. Tanggung jawab kita adalah membina anak-anak usia dini di Kota Balikpapan,” tegasnya.
Menurutnya, anggaran olahraga seharusnya digunakan untuk melengkapi sarana dan prasarana latihan, menyediakan peralatan yang memadai, serta menghadirkan pelatih yang memiliki program kerja jelas dan berbasis data.
“Olahraga tidak boleh dicampuri kepentingan lain. Fokus kita murni pembinaan. Kita ingin mencetak bibit atlet yang benar-benar lahir dari proses,” tambahnya.
Wakil Wali Kota menilai, pembinaan sepak bola idealnya dimulai sejak usia 10 hingga 12 tahun, sebagai fase emas pembentukan teknik dasar dan karakter atlet.
“Kita ingin pembinaan usia dini dilakukan serius, terencana, dan berbasis data. Dengan begitu, prestasi bisa berjenjang dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menegaskan, niat Pemkot Balikpapan adalah memajukan sepak bola, sekaligus seluruh cabang olahraga melalui sistem pembinaan yang sehat dan berkesinambungan.
Hal ini juga akan disampaikannya kepada Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas'ud agar menjadi kebijakan bersama.
Bagus mengaku memiliki kedekatan emosional dengan sepak bola. Ia mengenang masa ketika Kalimantan Timur dikenal sebagai gudangnya pemain tengah kreatif di tingkat nasional.
“Dulu Kaltim punya Aji Ridwan, Bima Sakti, Fahri Husaini, sampai Ponaryo Astaman. SSB Mandau juga sangat terkenal. Saya rindu kejayaan itu kembali, dimulai dari pembinaan usia dini,” tuturnya.
Pemkot Balikpapan berharap mampu melahirkan generasi pesepak bola baru yang berprestasi, membanggakan daerah, dan mengembalikan marwah sepak bola Balikpapan di kancah nasional. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar