Berita Samarinda Terkini

Di Tengah Persaingan Ketat, Toko Tua Samarinda Tetap Ramai Menjelang Natal 2025

lihat foto
Beragam hiasan dan aksesori yang dipajang menjelang perayaan Natal di Toko Simpang Damai Baru, kota Samarinda. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Beragam hiasan dan aksesori yang dipajang menjelang perayaan Natal di Toko Simpang Damai Baru, kota Samarinda. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Harga produk yang ditawarkan pun cukup beragam. Hiasan sederhana dibanderol mulai dari Rp8.000, sementara produk dengan desain lebih eksklusif berkisar Rp20.000 hingga Rp25.000 atau lebih.

Menariknya, Lili melihat adanya pergeseran pola belanja, di mana konsumen kini lebih tertarik pada dekorasi dengan tampilan elegan dibanding sekadar memilih harga termurah.

Tak hanya melayani pembeli dari Samarinda, Toko Simpang Damai Baru juga kerap didatangi pelanggan dari luar daerah, termasuk wilayah pelosok dan daerah hulu. Keterbatasan akses serta waktu pengiriman menjadi alasan mereka memilih berbelanja langsung ke kota.

“Ada pembeli yang membeli untuk menghias dermaga atau fasilitas umum di kampungnya, sehingga mereka datang langsung ke Samarinda agar bisa melihat barangnya secara langsung,” ungkap Lili.

Untuk pohon Natal, toko ini menyediakan berbagai pilihan ukuran, mulai dari 2 hingga 3 kaki untuk kebutuhan meja, hingga ukuran besar 7 dan 9 kaki yang umumnya digunakan di gereja. Harga pohon Natal dibanderol mulai Rp300.000 untuk ukuran kecil, sementara tipe premium berwarna emas dapat mencapai Rp1,5 juta.

Meski demikian, penjualan pohon Natal tidak mendominasi. Sebagian besar pelanggan hanya membeli pernak-pernik tambahan karena sudah memiliki pohon Natal dari tahun-tahun sebelumnya.

Ia juga mencermati bahwa pola belanja terbagi dalam beberapa tahap. Sejumlah konsumen sudah berbelanja sejak akhir November, terutama untuk kebutuhan usaha, sementara gereja-gereja biasanya melengkapi dekorasi pada awal Desember.

Mendekati Hari Natal, aktivitas belanja cenderung melandai karena kebutuhan utama telah terpenuhi.

Di luar musim Natal, toko tersebut kembali menjual kebutuhan umum seperti alat tulis dan perlengkapan jahit.

Sementara pernak-pernik untuk hari besar lain, seperti Imlek, Lebaran, dan perayaan Hari Kemerdekaan, disesuaikan dengan kalender tahunan. Kendati demikian, Natal tetap menjadi periode paling penting bagi keberlangsungan usaha tersebut.

“Perayaan Natal selalu menjadi momen paling ramai, sehingga kami menyiapkan stok sejak jauh hari,” pungkasnya.

Dengan mempertahankan kekhasan produk dan mengikuti perkembangan tren, Lili berharap Toko Simpang Damai Baru tetap bertahan dan terus dikenal lintas generasi sebagai salah satu toko pernak-pernik Natal legendaris di Samarinda.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar