Sementara itu, Mas Deo menyoroti pentingnya pendekatan praktis dalam kelas inklusif, mulai dari identifikasi kebutuhan anak, perancangan kegiatan yang adaptif, hingga membangun kolaborasi dengan orang tua dan tenaga profesional lainnya.
Peserta workshop mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai praktik inklusi, mencakup identifikasi kebutuhan khusus anak, strategi pembelajaran adaptif dan diferensiasi, penggunaan media pembelajaran inklusif, hingga teknik pengelolaan kelas yang mendukung keberagaman kemampuan anak.
Kolaborasi antara HIMPAUDI Kota Balikpapan, Sigentara, dan Komunitas Buah Tangan menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan pendidikan inklusif.
Sigentara, sebagai organisasi yang bergerak di bidang pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan, turut berkontribusi melalui dukungan program pelatihan dan penguatan kapasitas pendidik PAUD.
Kehadiran Komunitas Buah Tangan juga memperkaya perspektif tentang pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan pendidikan inklusif yang berkualitas.
Workshop ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan HIMPAUDI Kota Balikpapan dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini, khususnya dalam pemenuhan hak dan kebutuhan setiap anak.
Diharapkan, setiap satuan PAUD di Kota Balikpapan mampu menjadi ruang belajar yang aman, ramah, dan inklusif bagi seluruh peserta didik. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar