Oleh karena itu, opsi penambangan pasir dipilih sebagai solusi yang lebih efektif.
“Skema yang diterapkan adalah melakukan penambangan langsung pada titik sedimen tersebut. Dengan cara ini, pendalaman alur sungai bisa tercapai sekaligus menghasilkan material pasir yang merupakan mineral strategis bagi pembangunan,” paparnya.
Saat ini terdapat 7 hingga 8 perusahaan atau koperasi yang telah mengajukan permohonan izin untuk beroperasi di wilayah tersebut.
Ia menegaskan bahwa kendati tergolong Galian C, perizinannya tetap harus melalui prosedur ketat.
“Walaupun termasuk Galian C, izin usaha ini tetap dikategorikan sebagai kegiatan berisiko tinggi sehingga setiap tahapan perizinan wajib dipenuhi. Rangkaian proses tersebut membutuhkan waktu sekitar 465 hari kerja,” ujarnya.
Prosedur itu mencakup tahapan OSS, Amdal Net, serta penyusunan dokumen teknis seperti rencana reklamasi, rencana penambangan, hingga RKAB.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar