BorneoFlash.com, JAKARTA - Jepang dan Indonesia sepakat mempererat kerja sama pertahanan, termasuk menjajaki pertukaran informasi maritim sensitif dan mempercepat pembahasan ekspor kapal perusak kelas Asagiri ke Indonesia.
Kesepakatan tersebut tercapai setelah Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, bertemu Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Indonesia, Jumat.
Dalam pertemuan itu, Koizumi menegaskan peningkatan kemampuan pertahanan maritim Indonesia akan mendukung keamanan jalur pelayaran strategis dunia sekaligus menjaga stabilitas kawasan dan Jepang. Prabowo juga menilai kedua negara perlu memperkuat kerja sama keamanan maritim serta berharap kolaborasi di bidang alutsista menghasilkan kemajuan konkret.
Sebelumnya, Jepang dan Indonesia telah menyepakati dimulainya pembicaraan tingkat kerja terkait potensi ekspor kapal perusak kelas Asagiri ke Indonesia.
Jepang terus memperkuat hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara seiring meningkatnya dinamika geopolitik di kawasan. Dalam pertemuan terpisah, Koizumi dan Sjafrie juga sepakat mendorong kemitraan pertahanan yang lebih komprehensif melalui pembahasan transfer alutsista.
Kerja sama tersebut mencakup pelatihan personel, pemeliharaan, hingga pengoperasian peralatan pertahanan. Kapal perusak kelas Asagiri milik Jepang sendiri mampu mengangkut helikopter dan rudal antikapal selam, dengan unit pertamanya mulai beroperasi pada 1988. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar