Ia menjelaskan, tingginya minat masyarakat tidak lepas dari adanya subsidi pemerintah pusat yang membuat biaya vaksinasi jauh lebih terjangkau.
“Peserta hanya dikenakan biaya Rp299 ribu, sementara harga vaksin sesungguhnya lebih tinggi. Karena itu, kami masih menunggu informasi mengenai tambahan alokasi dari pemerintah pusat,” tuturnya.
Pemprov Kaltim menilai tingginya permintaan harus ditangani dengan kepastian layanan demi menjaga kepercayaan publik terhadap program pencegahan penyakit tersebut.
Sri menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen meminimalkan penundaan pelayanan.
“Setelah dosis tambahan tiba, jadwal layanan baru akan segera kami buka,” tegasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar