BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Langkah Indonesia menuju energi hijau memasuki babak baru dengan hadirnya PT AGPA Refinery Complex di Balikpapan Utara, tepatnya di Jalan Salok Baru Kampung Teluk Waru, Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, pada hari Rabu (19/11/2025).
Lebih dari sekadar investasi raksasa, proyek ini disebut sebagai contoh terbaik kolaborasi global lokal yang menggabungkan modal asing, bahan baku dalam negeri, serta teknologi campuran dari Indonesia dan luar negeri.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyebut fasilitas pengolahan hilirisasi CPO ini sebagai model yang bisa merevolusi ketahanan pangan dan energi Indonesia di masa mendatang.
“Investasi 210 juta dolar AS ini bukan hanya pabrik, tetapi model kolaborasi: bahan baku dari Indonesia, modal dari luar, teknologi gabungan termasuk teknologi advance dari Posco International dan Jees Kaltex,” ujar Yuliot.
Ia menekankan bahwa proyek seperti ini menggambarkan masa depan hilirisasi Indonesia, yang tak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi mengolahnya menjadi energi hijau bernilai tinggi untuk pasar global.
Menurutnya, proyek ini akan menciptakan lapangan kerja baru, menambah nilai tambah di dalam negeri, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai supplier bioenergi dunia.
Yuliot berharap model seperti ini akan mendorong industri berbasis sumber daya dalam negeri berkembang lebih cepat dan memberikan kesejahteraan lebih besar bagi masyarakat.
“Ini nuansa baru bagi ekonomi kita. Hilirisasi seperti inilah yang akan membawa nilai tambah dan memperkuat ketahanan energi Indonesia,” tutup Yuliot.
Sementara itu, Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, melihat proyek tersebut sebagai sinyal kuat bahwa Balikpapan semakin dilirik sebagai pusat industri strategis di Indonesia.
“Peresmian kompleks refinery ini bukan hanya penting untuk Balikpapan, tapi juga untuk ketahanan energi nasional,” katanya.
Rahmad menegaskan bahwa perusahaan telah berkomitmen menggunakan lebih dari 70% tenaga kerja lokal, sebuah langkah yang menurutnya penting untuk memastikan manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh warga kota.Ia menambahkan bahwa Balikpapan dapat terus menjadi magnet investasi jika mampu menjaga dua hal yakni keamanan dan kenyamanan kota. “Investor datang kalau kota ini aman dan nyaman,” tegasnya.
Menanggapi isu perizinan, Rahmad memastikan bahwa proyek sebesar ini tidak mungkin diresmikan, bila seluruh perizinannya belum lengkap. “Tidak akan diresmikan kalau perizinannya tidak selesai,” katanya.
Pemerintah kota, lanjutnya, terus mengawal seluruh proses perizinan dan memastikan pemanfaatan kawasan industri benar-benar memberikan pemasukan signifikan bagi daerah.
Dengan menggabungkan teknologi internasional, potensi lokal, dan hilirisasi berbasis energi bersih, proyek ini dipandang sebagai momentum baru transformasi ekonomi Balikpapan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar