, JAKARTA - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menyampaikan bahwa PNBP Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) telah melampaui target tahun 2025 per 18 November.
Agus menegaskan bahwa capaian ini lahir dari reformasi struktural dan kultural yang Kemenimipas jalankan selama satu tahun. Reformasi tersebut mencakup 13 Program Akselerasi sebagai implementasi Astacita Presiden Prabowo Subianto.
“Kami melaksanakan reformasi struktural dan kultural melalui peningkatan disiplin, pemberantasan penyalahgunaan kewenangan, pembentukan kepatuhan internal, penguatan tata kelola unit pelaksana teknis, dan digitalisasi layanan publik,” ujar Agus dalam amanat Upacara Hari Bakti Kemenimipas Ke-1 di Jakarta, Rabu (19/11/2025).
Agus merinci bahwa per 18 November, PNBP Direktorat Jenderal Imigrasi mencapai Rp9,2 triliun atau 140,9 persen dari target, sedangkan PNBP Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mencapai Rp48,5 miliar atau 451 persen dari target.
Ia menekankan bahwa digitalisasi layanan keimigrasian menjadi tonggak penting perjalanan Kemenimipas. Berbagai inovasi menghadirkan transformasi tersebut, termasuk aplikasi All Indonesia yang kini terpasang di seluruh bandara dan pelabuhan internasional.
Aplikasi All Indonesia menyatukan layanan keimigrasian, bea cukai, kesehatan, dan karantina dalam satu platform digital sehingga penumpang internasional dapat mengisi deklarasi kedatangan dengan lebih mudah.
Agus menyebut bahwa Golden Visa mencatat nilai investasi Rp48,2 triliun. Kemenimipas juga mengembangkan 266 autogate di seluruh bandara dan pelabuhan internasional.
Autogate tersebut menggunakan pemeriksaan biometrik wajah dan sidik jari sehingga pengguna dapat melewati proses imigrasi tanpa antre dan menikmati waktu tunggu yang lebih cepat.
“Kami juga mengembangkan PMI Lounge dan Immigration Lounge,” tambah Agus.
Pada aspek sosial, Agus menyampaikan bahwa Kemenimipas memperkuat peran kemasyarakatan. Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, Kemenimipas menyalurkan 310.818 paket bantuan sosial kepada warga binaan dan masyarakat sekitar yang membutuhkan.
Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut mencakup 54.632 paket sembako Kemenimipas, 239.311 paket dari program Jumat Berkah dan Minggu Kasih, serta 16.875 paket dari Kantor Wilayah dan Unit Pelaksana Teknis.
Kemenimipas juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 5.207 penerima manfaat dengan melibatkan tenaga kesehatan pemasyarakatan, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan sektor swasta.
“Program ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Agus. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar