DPRD Penajam Paser Utara

DPRD PPU Desak Pemda Garap Serius Sektor Wisata, Peluang PAD Dinilai Sangat Besar

lihat foto
Kawasan objek wisata Pantai Nipah-Nipah. Foto: Dok. BorneoFlash/Irwan Ar
Kawasan objek wisata Pantai Nipah-Nipah. Foto: Dok. BorneoFlash/Irwan Ar

BorneoFlash.com, PENAJAM – DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendesak pemerintah daerah untuk memberi perhatian khusus terhadap sektor pariwisata sebagai sumber potensial pendapatan asli daerah (PAD).

Dorongan ini disampaikan menyusul kondisi fiskal daerah yang kian terbatas dan tingginya ketergantungan pada dana bagi hasil (DBH).

Wakil Ketua DPRD PPU, H. Muhammad Yusuf, SH., MM, menegaskan bahwa pariwisata harus menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

“Kita tidak boleh ketergantungan dengan DBH. Harus ada program yang bisa menghasilkan PAD sendiri, dan pariwisata bisa menjadi salah satunya,” ujarnya, pada Kamis (13/11/2025).

Menurutnya, hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa peluang besar bagi PPU sebagai daerah penyangga wisata. Dengan meningkatnya jumlah penduduk di sekitar IKN, kebutuhan akan hiburan dan rekreasi otomatis akan naik.

“Akan banyak pendatang ke IKN. Mereka pasti butuh tempat refreshing, hiburan, dan destinasi wisata. Ini harus diupayakan dan dikembangkan,” sambungnya.

Anggota DPRD PPU, Jamaluddin, menambahkan bahwa sektor wisata yang tertata dengan baik memiliki potensi besar untuk menarik retribusi resmi dan menambah PAD daerah. Ia mencontohkan Pesta Pantai Tanjung Saloloang tahun 1996, yang kala itu mampu menghasilkan Rp6,3 juta hanya dari karcis kendaraan.

“Kalau sekarang tarifnya Rp5 ribu per orang, hasilnya bisa jauh lebih besar. Di Pantai Tanjung saja pengunjungnya bisa lebih dari 100 ribu orang pada hari libur besar,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah harus berani menciptakan program yang mendatangkan PAD baru dengan menata dan memoles kembali objek wisata agar memiliki nilai layanan yang sah untuk ditarik retribusi.

“Kalau kawasan wisata tidak disentuh pemerintah, tentu kita tidak punya hak menarik retribusi. Harus ada imbal jasa di dalamnya,” tegasnya.

Beberapa lokasi wisata seperti Pantai Tanjung Jumlai, Pantai Corong, serta ekowisata mangrove di Kampung Baru dinilai memiliki potensi besar apabila dikembangkan secara konsisten dan berkelanjutan. (*/Adv)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar