DPRD Kota Balikpapan

Budiono Dorong Kota Balikpapan Mandiri Pangan

lihat foto
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono.Foto: BorneoFlash/Ardian
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono.Foto: BorneoFlash/Ardian

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, menilai sudah saatnya, Kota Balikpapan memiliki strategi besar untuk mewujudkan kemandirian pangan. Ia menyoroti ketergantungan kota minyak ini terhadap pasokan bahan pangan dari luar daerah yang mencapai hampir 90 persen.

“Kita belum mandiri secara pangan. Hampir semua kebutuhan pokok masih didatangkan dari luar Balikpapan,” ujarnya, di Kantor DPRD Balikpapan, pada Kamis (13/11/2025).

Menurut Budiono, kondisi ini menjadikan Balikpapan sangat rentan terhadap gejolak harga dan ancaman inflasi, terutama ketika pasokan dari daerah pemasok terganggu.

Ia menilai perlu ada langkah inovatif dan terukur agar kota ini tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu mengelola rantai pasok secara mandiri.

Salah satu model yang dinilainya bisa ditiru adalah konsep kemitraan pangan seperti yang diterapkan oleh PD Pasar Jaya di DKI Jakarta.

“DKI Jakarta juga tidak punya lahan pertanian, tapi mereka mampu memenuhi kebutuhan beras dengan cara kontrak langsung ke daerah penghasil. Mereka membiayai proses produksi, lalu hasil panennya dibeli dan dijual kembali oleh BUMD-nya. Balikpapan bisa meniru konsep ini,” jelas Budiono.

Ia menilai, pola kerja sama seperti itu bisa menjadi terobosan cerdas bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dalam menjamin ketersediaan pangan, tanpa harus menunggu ketersediaan lahan pertanian dalam kota.

Melalui pendekatan tersebut, Pemkot dapat menjalin kemitraan dengan daerah-daerah penghasil bahan pangan seperti beras, cabai, atau daging sapi, sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan petani di daerah lain.

“Dengan kerja sama yang saling menguntungkan, Balikpapan bisa memiliki stok pangan stabil dan harga yang lebih terkendali. Ini juga membantu petani di daerah mitra agar hasil produksinya terserap dengan baik,” tambahnya.

Budiono juga mendorong agar ke depan, Pemkot Balikpapan menyusun regulasi daerah yang mendukung upaya kemandirian pangan, baik melalui pembukaan lahan pertanian baru, pengembangan peternakan lokal, maupun peningkatan kapasitas BUMD di sektor pangan.

“Kita perlu kebijakan yang berpihak pada kemandirian pangan. Ini penting bukan hanya untuk ekonomi, tapi juga untuk ketahanan kota di masa depan,” tegasnya.

Langkah terencana dan dukungan regulasi yang kuat, Budiono optimistis Balikpapan dapat mengurangi ketergantungan pangan dari luar daerah sekaligus menjaga stabilitas harga bagi masyarakat. (Adv)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar