Politisi asal dapil hulu tersebut memastikan pihaknya akan terus mengawal agar perbaikan sekolah itu tidak sekadar rencana. Ia mengaku telah menyampaikan aspirasi tersebut ke pimpinan dewan agar menjadi bagian dari prioritas pembangunan pendidikan tahun 2026.
Sementara itu, Mujahidin, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Bidang SMP di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, menegaskan pihaknya terbuka terhadap usulan dari DPRD. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan tiap sekolah akan dilakukan secara bertahap.
“Kami menilai berdasarkan urgensi dan pemerataan. Setiap wilayah punya tantangan masing-masing, jadi kami susun prioritasnya agar adil — dari hulu hingga pesisir,” jelasnya.
Dengan sinergi antara legislatif dan eksekutif, Idham berharap perbaikan infrastruktur pendidikan di wilayah hulu tidak lagi menunggu lama. Ia menilai, kesetaraan akses pendidikan bukan hanya soal guru dan kurikulum, tetapi juga soal tempat belajar yang layak.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar