Ia menambahkan, prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja sama yang solid dan sinergi seluruh tim di lingkungan PPSDM dan Kemnaker. Cris juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas unit untuk memperkuat sistem pengawasan dan pelaporan keuangan agar lebih akurat dan andal.
Lebih jauh, Cris menjelaskan bahwa pengelolaan anggaran tidak cukup hanya berfokus pada kepatuhan administratif, tetapi juga harus memberikan nilai tambah bagi peningkatan kualitas layanan publik dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
“Inovasi dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi kunci dalam menjaga efektivitas serta relevansi pengelolaan keuangan di era digital,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa capaian ini harus menjadi landasan bagi Kemnaker untuk terus berinovasi dalam membangun sistem keuangan yang modern, profesional, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala PPSDM Kemnaker, Muhammad Arif Hidayat, menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola keuangan dan memperkuat sistem pelaporan yang transparan serta akuntabel.
“Kami akan terus memperkuat kapasitas SDM dengan memanfaatkan teknologi digital agar setiap rupiah anggaran yang kami kelola benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia,” kata Arif. (*/ANTARA)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar