Pemkot Samarinda

Program GENTING, Langkah Nyata Samarinda Lawan Stunting dari Rumah ke Rumah

lihat foto
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, Deasy Evriyani. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, Deasy Evriyani. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kini menyalakan semangat baru dalam menekan angka stunting melalui Program Gerakan Cegah Stunting (GENTING).

Gerakan ini bukan sekadar slogan atau kegiatan seremonial, melainkan upaya nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat di tingkat keluarga.

Dalam pelaksanaannya, Wakil Wali Kota Samarinda turun langsung ke lapangan tanpa atribut formal.

Ia mendatangi rumah-rumah warga di gang sempit kawasan padat penduduk, menemui keluarga penerima manfaat secara langsung untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

Dua keluarga dari dua rukun tetangga menjadi penerima kunjungan pada hari itu. Mereka memperoleh paket pangan bergizi yang sebelumnya telah diverifikasi oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Kunjungan sederhana tersebut menjadi simbol hadirnya pemerintah di tengah masyarakat, sekaligus menumbuhkan harapan baru bagi keluarga penerima bantuan untuk memperbaiki kualitas hidup anak-anak mereka.

Kegiatan ini turut didampingi oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda.

Kepala DPPKB Samarinda, Deasy Evriyani, menegaskan bahwa GENTING bukanlah kegiatan yang bersifat sementara.

“GENTING tidak berhenti pada satu kali kegiatan. Program ini akan terus dijalankan di seluruh kecamatan agar pendampingan kepada keluarga berisiko stunting dapat dilakukan secara berkelanjutan,” jelasnya, pada Selasa (14/10/2025).

Deasy mengungkapkan, masih terdapat lebih dari 500 keluarga di Samarinda yang tergolong berisiko tinggi terhadap stunting.

Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan gerakan ini.


“Kami mengajak semua pihak untuk berperan aktif, mulai dari masyarakat, dunia usaha, hingga lembaga pemerintah. Kami bersyukur sudah ada dukungan dari instansi seperti PLN dan LAN, dan ke depan kami berharap lebih banyak pihak yang turut berpartisipasi,” ujarnya.

Menurut Deasy, keberhasilan program pencegahan stunting tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, melainkan dari sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan dampak positifnya.

Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan wilayah dengan akses sulit.

“Wilayah yang sulit dijangkau justru harus menjadi prioritas utama, agar seluruh warga tanpa terkecuali bisa merasakan kehadiran dan dukungan pemerintah,” tambahnya.

Selain faktor gizi, Deasy menyoroti pentingnya aspek sanitasi dalam menjaga kesehatan keluarga.

Untuk itu, DPPKB berencana memperkuat kemitraan dengan PDAM Samarinda guna memenuhi kebutuhan sarana sanitasi di kawasan yang masih kekurangan.

“Sanitasi yang tidak memadai juga berpotensi menyebabkan stunting. Karena itu, perbaikan sanitasi menjadi bagian penting dari upaya pencegahan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran posyandu sebagai pusat layanan kesehatan masyarakat di tingkat dasar.

Melalui posyandu, keluarga dapat memantau pertumbuhan anak sekaligus memperoleh edukasi tentang pola hidup sehat.

“Cukup dengan rutin datang ke posyandu setiap bulan, orang tua dapat memastikan tumbuh kembang anaknya berjalan optimal serta memantau kondisi kesehatan keluarga,” tuturnya.

Lebih jauh, Deasy menegaskan bahwa GENTING bukan hanya sekadar program pemerintah, melainkan gerakan sosial bersama yang mencerminkan kepedulian dan kesadaran kolektif masyarakat Samarinda.

“Keluarga yang sehat dan memiliki kesadaran gizi akan melahirkan generasi yang kuat dan berkualitas. Inilah tujuan utama dari GENTING,” pungkasnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar