E-Paper BorneoFlash.com

Headline E-Paper BorneoFlash Edisi Senin 6 Oktober 2025: Armada Kemanusiaan ke Gaza Dicegat Tentara Zionis Israel

lihat foto
Headline E-Paper BorneoFlash Edisi Senin 6 Oktober 2025
Headline E-Paper BorneoFlash Edisi Senin 6 Oktober 2025.

BorneoFlash.com, GAZA — Gelombang solidaritas untuk rakyat Palestina kembali menggema di berbagai penjuru dunia.

Ratusan warga Tunisia turun ke jalan di dekat Kedutaan Besar Amerika Serikat di Tunis, pada Sabtu (4/10/2025), menuntut diakhirinya blokade Israel terhadap Gaza dan mengecam tindakan militer Israel yang mencegat kapal-kapal bantuan kemanusiaan internasional menuju wilayah tersebut.

Aksi serupa juga terjadi di berbagai negara, dari Eropa hingga Amerika Latin. Ribuan orang di Karachi, Buenos Aires, Mexico City, hingga kota-kota besar Italia menyerukan pembebasan Palestina dan menuntut agar akses kemanusiaan ke Gaza dibuka tanpa hambatan.

Di Italia, bahkan digelar mogok umum nasional sebagai bentuk dukungan terhadap misi kemanusiaan tersebut.

Armada Kemanusiaan Dicegat di Laut Mediterania

Militer Israel pada Jumat (3/10/2025) dilaporkan mencegat kapal terakhir dari Armada Global Sumud Flotilla, armada yang terdiri dari puluhan kapal yang membawa bantuan medis, pangan, dan relawan internasional untuk warga Gaza.

Kapal terakhir bernama Marinette dihentikan sekitar 42,5 mil laut (79 km) dari pesisir Gaza. Angkatan Laut Israel menguasai kapal tersebut dan mengarahkan seluruh penumpang ke pelabuhan Ashdod. Di antara 450 aktivis yang ditahan, terdapat aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg.

Organisasi penyelenggara, Global Sumud Flotilla, menyatakan bahwa 42 kapal mereka dicegat secara ilegal, padahal seluruh kapal membawa bantuan kemanusiaan serta relawan dari berbagai negara.

“Misi kami tidak berhenti. Kami akan terus berlayar untuk mengantarkan bantuan kepada saudara-saudara kami di Gaza,” ujar juru bicara armada, Saif Abukeshek.


Upaya Menembus Blokade

Armada Global Sumud berangkat dari Spanyol pada akhir Agustus sebagai simbol perlawanan terhadap blokade laut Israel yang telah memperparah krisis kemanusiaan di Gaza.

Armada ini membawa lebih dari 500 aktivis dari 45 negara, termasuk tenaga medis, jurnalis, dan anggota parlemen Eropa.

Menurut laporan Al Jazeera, hingga kini sedikitnya 13 kapal telah dicegat oleh angkatan laut Israel di sekitar 70 mil laut dari pantai Gaza. Israel berdalih bahwa pencegatan dilakukan demi keamanan, dan mengklaim seluruh penumpang “diperlakukan dengan baik” serta dialihkan ke pelabuhan dengan selamat.

Namun, organisasi kemanusiaan menilai tindakan tersebut melanggar hukum internasional karena menghalangi penyaluran bantuan bagi warga sipil di wilayah yang tengah dilanda perang dan krisis pangan.

Suara Kemanusiaan dari Dunia

Aksi protes di Tunis menjadi simbol bahwa isu Gaza bukan lagi sekadar konflik regional, melainkan krisis kemanusiaan global.

“Kami tidak membawa senjata, kami membawa harapan dan makanan,” tulis salah satu aktivis di media sosial sebelum kapalnya dicegat.

PBB sebelumnya menyatakan bahwa lebih dari separuh penduduk Gaza kini menghadapi kelaparan ekstrem, sementara infrastruktur medis dan energi di wilayah itu nyaris lumpuh akibat blokade yang telah berlangsung berbulan-bulan.

Meskipun sebagian besar kapal sudah dihentikan, semangat solidaritas internasional terus berlayar, membawa pesan bahwa kemanusiaan seharusnya tak mengenal batas laut maupun politik. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar