BorneoFlash.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Sosial telah menyiapkan sekitar 17.000 paket logistik sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana alam.
Fokus utama diarahkan pada kebakaran permukiman dan banjir yang kerap melanda wilayah ini.
Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menyebutkan jumlah tersebut disesuaikan dengan kewenangan provinsi dalam penanganan kebencanaan.
Ia menekankan bahwa bencana kebakaran permukiman masih menjadi peristiwa paling sering terjadi di kawasan perkotaan, sementara banjir juga patut diwaspadai seiring tingginya curah hujan dan kondisi lingkungan yang semakin rentan.
“Secara rata-rata, paket logistik yang kami siapkan mencapai kurang lebih 17 ribu. Ini merupakan stok yang dialokasikan untuk mendukung penanganan berbagai potensi bencana di Kaltim,” ujar Andi saat ditemui di Samarinda,
pada Kamis (18/9/2025).
Menurutnya, banjir kini semakin sering muncul di sejumlah kabupaten dan kota karena genangan air lebih mudah terbentuk akibat kerusakan lingkungan.
Oleh sebab itu, distribusi logistik akan diprioritaskan untuk daerah-daerah yang telah dipetakan sebagai kawasan rawan terdampak bencana.
“Penyaluran bantuan akan disesuaikan dengan skala risiko serta tingkat dampak yang dialami setiap wilayah,” jelasnya.
Dalam beberapa waktu terakhir, bantuan terbesar disalurkan kepada korban banjir di Kabupaten Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Samarinda, hingga Berau.
Apabila suatu bencana, seperti kebakaran, berdampak pada lebih dari 50 orang, maka penanganannya langsung diambil alih oleh dinas tingkat provinsi.
Selain kebakaran dan banjir, tanah longsor juga menjadi perhatian serius karena di sejumlah lokasi bahkan menimbulkan korban jiwa.
Pemprov Kaltim memastikan hadir memberikan dukungan penuh bagi para korban, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar.
“Bantuan yang kami distribusikan menitikberatkan pada kebutuhan pokok pascabencana, terutama penyediaan makanan siap saji. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk menyiapkan hunian sementara bagi warga terdampak,” pungkas Andi. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar