Headline E-Paper Edisi Senin 1 September 2025: Prabowo Gelar Pertemuan, NasDem Hukum Kader, Eko Patrio dan Uya Kuya Dicopot

oleh -
Penulis: Redaksi
Editor: Ardiansyah
Headline E-Paper BorneoFlash Edisi Senin 1 September 2025.
Headline E-Paper BorneoFlash Edisi Senin 1 September 2025
banner 300×250

BorneoFlash.com, JAKARTA – Suasana politik nasional menghangat pasca aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di depan Gedung DPR RI, Jumat (29/8/2025). Sejumlah langkah politik kemudian muncul dari Istana hingga partai-partai besar.

 

Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol di Istana

Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (31/8/2025) siang mengundang sejumlah ketua umum partai politik dan anggota Kabinet Merah Putih ke Istana Kepresidenan, Jakarta. Para tokoh terlihat memasuki kompleks istana sejak pukul 11.00 WIB melalui Pintu Pilar.

 

Tokoh pertama yang hadir adalah Ketua MPR sekaligus Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, disusul Ketua Umum PKB sekaligus Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, serta perwakilan Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), yang menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono karena sedang bertugas ke Tiongkok.

 

Turut hadir Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Wiranto. Cak Imin menyebut kedatangannya untuk dua agenda, yaitu pertemuan dengan Presiden dan rapat kabinet.

 

“Hari ini saya bersama siapa saya nggak tahu, pokoknya akan ada pertemuan dengan presiden. Terus yang kedua, nanti akan ada rapat kabinet,” ujar Cak Imin.

 

Menanggapi isu di DPR, termasuk soal tunjangan anggota dewan, ia menilai momentum ini penting untuk evaluasi dan reformasi lembaga negara.

 

NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach

Di hari yang sama, DPP Partai NasDem mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan dua kadernya di DPR RI, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, terhitung Senin (1/9/2025).

 

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan keputusan ini diambil karena pernyataan kedua anggota Fraksi NasDem dinilai menyinggung perasaan rakyat hingga memicu kemarahan publik dan unjuk rasa yang memakan korban.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.