KKT juga memiliki keunggulan geografis karena hanya berjarak 17,32 km via laut dari Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, yang bisa ditempuh dalam waktu sekitar 33 menit. Jalur daratnya terhubung langsung dengan jaringan tol IKN sejauh 49,2 km dan dapat ditempuh dalam 1,5 jam.
“Kami ingin menjadikan KKT sebagai pelabuhan masa depan yang modern, adaptif, dan terintegrasi dengan pertumbuhan Kalimantan serta IKN,” tegas Enriany.
Saat ini, KKT memiliki dermaga sepanjang 270 meter, CY seluas 8 hektare, didukung 3 unit QCC, 9 RTG, dan 14 head truck, yang menghasilkan kapasitas terminal sebesar 350 ribu TEUs per tahun.
Hingga semester I tahun 2025, KKT telah membukukan arus peti kemas sebanyak 97 ribu TEUs atau 82,8 persen dari target tahunan.
Produktivitas operasional juga menunjukkan peningkatan signifikan, dengan bongkar muat domestik mencapai 25 Box Ship Hour (BSH) dan 19 Box Crane Hour (BCH)—melampaui target RKAP masing-masing sebesar 23 BSH dan 17 BCH.
Dalam hal konektivitas, KKT telah terhubung dengan sejumlah pelabuhan utama domestik seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, Bitung, Banjarmasin, dan Samarinda. Untuk rute internasional, KKT melayani pelayaran menuju Lianyunggang (Tiongkok) dan Cebu (Filipina) yang dioperasikan oleh Haiyetong dan SITC. (*)





