BorneoFlash.com, SAMARINDA – Deputi Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyampaikan capaian signifikan dalam pelaksanaan program makan bergizi yang tengah digencarkan pemerintah.
Hingga awal Juli 2025, tercatat sebanyak 1.903 satuan pelayanan pemenuhan gizi telah beroperasi di berbagai wilayah Indonesia, dengan total penerima manfaat mencapai 5,77 juta jiwa.
"Alhamdulillah, program makan bergizi berjalan sesuai rencana dan sudah melayani lebih dari 5,7 juta orang. Ini pencapaian yang luar biasa,"kata Dadan dalam keterangannya, Selasa (9/7/2025).
Ia menargetkan jumlah penerima manfaat akan terus meningkat, hingga akhir Juli, pemerintah menargetkan program ini menjangkau sedikitnya 7 juta penerima, dan bertambah menjadi 20 juta orang pada akhir Agustus.
Pemerintah berkomitmen memenuhi target Presiden Prabowo agar 82,9 juta warga Indonesia mendapat manfaat dari program makan bergizi pada November 2025.
"Percepatan terus dilakukan. Tiga faktor utama yang menunjang keberhasilan program ini, yaitu anggaran, sumber daya manusia (SDM), dan infrastruktur, sudah hampir terpenuhi seluruhnya,"katanya.
Menurut Dadan, pengalokasian anggaran telah rampung, untuk SDM, proses rekrutmen dan pelatihan ditargetkan selesai dalam waktu dekat, sehingga sekitar 30 ribu tenaga tambahan akan segera disebar ke berbagai daerah.
Jumlah ini akan memperkuat 3.000 tenaga yang telah lebih dulu bertugas.
Sementara itu, pengembangan infrastruktur berjalan dengan pesat. Antusiasme masyarakat disebut sangat tinggi. Bahkan, beberapa wilayah telah melampaui kuota awal.
"Nanti akan ada peluncuran resmi di kota pertama yang telah mencapai 100 persen penerima manfaat. Ini akan diikuti daerah-daerah lain secara bertahap,"ungkap Dadan.
Untuk mempercepat distribusi program, pekan depan Badan Gizi Nasional akan berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah tingkat kabupaten dan kota.
Setiap daerah akan membentuk pusat kegiatan bersama sebagai sarana koordinasi antara Badan Gizi dan pemerintah setempat.
"Kita akan hadir di setiap kabupaten dan kota agar pelaksanaan lebih cepat dan tepat sasaran,"jelasnya.
Dadan juga menyoroti skala keberhasilan program ini. Ia menyebut jumlah penerima manfaat saat ini bahkan sudah melebihi populasi beberapa negara.
“Jumlah 5,77 juta itu sudah melampaui jumlah penduduk Selandia Baru, dan setara dengan populasi Singapura. Jika target akhir Juli tercapai, maka kita akan melampaui gabungan jumlah penduduk Singapura dan Brunei Darussalam,”pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar