Gubernur Rudy juga menjelaskan bahwa basis data mahasiswa yang digunakan untuk program ini diambil dari data tahun sebelumnya, dengan tambahan kuota 10 persen untuk memastikan pemerataan di seluruh kampus di Kalimantan Timur.
Selain itu, untuk mahasiswa kedokteran, ditetapkan batas biaya UKT antara Rp5 juta hingga Rp15 juta sesuai program studi masing-masing.
“Program ini terbuka untuk semua kalangan tanpa melihat suku, agama, atau latar belakang sosial. Kaltim harus menjadi contoh provinsi yang inklusif dalam sektor pendidikan,”tegasnya.
Ke depan, Pemprov Kaltim juga berencana melakukan transformasi dalam sistem pendidikan tinggi dengan menghadirkan pengajar dari universitas unggulan nasional maupun internasional ke Kaltim, guna meningkatkan mutu pembelajaran tanpa harus mengirim mahasiswa ke luar daerah.
“Kita ingin standar kualitas pendidikan tinggi hadir di Kaltim. Kita akan datangkan dosen-dosen terbaik ke sini. Ini bagian dari akselerasi pembangunan SDM,”tambahnya.
Dalam penutup sambutannya, Gubernur Rudy menyampaikan apresiasi kepada seluruh PTS dan PTN yang telah bersedia menjadi mitra, serta mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program agar tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kita sadar bahwa sumber daya alam tidak akan bertahan selamanya. Karena itu, pendidikanlah yang akan menjadi warisan terbesar kita untuk generasi mendatang,”pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar