Berita Nasional

Cegah Kecelakaan, Pemerintah Perketat SOP Pendakian

lihat foto
Para pendaki di Rinjani Nusa Tenggara Barat. Foto: ANTARA/HO-NTB/rst
Para pendaki di Rinjani Nusa Tenggara Barat. Foto: ANTARA/HO-NTB/rst
Penambahan Pos Darurat dan Peralatan SAR

Selama puncak musim kemarau tahunan (Juni-Agustus), Gunung Rinjani menarik banyak wisatawan. Aktivitas pendakian memberikan kontribusi signifikan bagi negara dan ekonomi lokal. Saat ini, hanya ada dua pos darurat atau shelter: satu di Sembalun Resort dan satu di Pos II.

Kementerian Kehutanan dan TNGR berkomitmen mendirikan pos darurat di Plawangan, yang merupakan lokasi perkemahan terakhir dan terpopuler sebelum mendaki ke puncak Gunung Rinjani.

Pos darurat yang lebih dekat ke puncak dapat memfasilitasi mobilisasi petugas dan peralatan evakuasi. Berbagai peralatan SAR, seperti tali, katrol, alat penghangat tubuh, dan drone, harus tersedia di pos darurat.

Sertifikasi Pemandu Wisata dan Pelatihan Penyelamatan

Pemerintah berupaya memastikan bahwa pemandu wisata di area Gunung Rinjani bersertifikat. Dari 621 pemandu di area tersebut, saat ini baru 321 orang yang memiliki sertifikasi.

Berdasarkan peraturan Kementerian Ketenagakerjaan, pemandu wisata diwajibkan memiliki sertifikasi keahlian. Sertifikasi ini bertujuan memastikan kompetensi teknis, etika profesional, dan tanggung jawab lingkungan mereka sesuai standar nasional.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berkomitmen mendukung sertifikasi pemandu wisata. Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Ahmad Nur Aulia, menekankan bahwa pariwisata berkualitas harus dikemas secara inklusif untuk memberikan pengalaman yang memuaskan bagi wisatawan.

Selain sertifikasi pemandu wisata, 12 individu akan mengikuti program sertifikasi penyelamatan berstandar internasional. Setelah mengikuti program ini, mereka akan ditugaskan untuk melatih para pemandu wisata dan porter di Gunung Rinjani.

Berbagai perbaikan ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap keselamatan dan kenyamanan pendakian sebagai bentuk pariwisata khusus. Perbaikan di Gunung Rinjani diharapkan dapat direplikasi di gunung-gunung lain di Indonesia untuk mencegah korban jiwa di masa mendatang.

(*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar