Gubernur Harum juga menegaskan bahwa selama lima tahun ke depan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan terus melanjutkan pembangunan di berbagai sektor. Pembangunan tidak hanya terbatas pada aspek fisik seperti infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, namun juga mencakup pembangunan manusia secara utuh—yakni pembentukan nilai, karakter, dan spiritualitas.
“Yayasan Mulia Budi memiliki peran strategis sebagai mitra pembangunan, khususnya dalam pembinaan umat Kristiani di Kalimantan Timur. Yayasan ini berperan aktif tidak hanya dalam aktivitas keagamaan, tetapi juga turut andil dalam bidang pendidikan, kegiatan sosial, dan pengembangan generasi muda,” lanjutnya.
Peran tersebut, menurut Harum, sangat selaras dengan visi pembangunan daerah yang tidak semata mengejar kemajuan material, tetapi juga menjunjung tinggi prinsip keadilan sosial, keberlanjutan, dan harmoni antarumat beragama.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan, untuk berkolaborasi dan berkontribusi aktif dalam proses pembangunan daerah.
“Kita sedang menapaki jalan menuju visi Kaltim Sukses dan Generasi Emas. Dalam proses ini, stabilitas sosial, kerukunan antarumat, serta kekuatan moral masyarakat merupakan pondasi utama yang harus kita rawat dan jaga bersama,” pungkas Gubernur Harum.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Anggota DPR RI Dapil Kaltim Hj. Syarifah Suraidah Harum, Kepala Bidang Bimas Kristen Kanwil Kemenag Kaltim, perwakilan Badan Kesbangpol Kota Samarinda, Sekretaris TP PKK Kaltim Anggun Pakas, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar