BorneoFlash.com, SAMARINDA - Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Damayanti, mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk lebih fokus dalam menangani permasalahan di sektor pendidikan.
Menurutnya, pendidikan memiliki peran krusial dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus menjadi pilar utama dalam pembangunan, kesejahteraan, dan perkembangan kebudayaan.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menyoroti masih banyaknya tantangan yang dihadapi dunia pendidikan di Kaltim, termasuk infrastruktur dan kesejahteraan tenaga pendidik yang belum optimal.
"Kaltim masih menghadapi berbagai kendala dalam sektor pendidikan, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana seperti ruang kelas, ruang guru, laboratorium, hingga perpustakaan," ujar Damayanti pada Selasa (11/2/2025).
Ia juga menyoroti kondisi tempat ibadah di lingkungan sekolah, baik di sekolah umum maupun berbasis keagamaan, yang mengalami kerusakan ringan hingga berat.
Lebih lanjut, Damayanti mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru, sekitar 16.000 anak di Kalimantan Timur terpaksa putus sekolah.
"Kondisi ini terjadi karena faktor geografis, di mana banyak anak tinggal di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sehingga akses mereka ke sekolah menjadi terbatas," jelasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan yang berkelanjutan, terutama dalam hal penguasaan teknologi, manajemen kelas, serta metode pembelajaran yang inovatif.
"Pemerintah provinsi tidak boleh mengabaikan kesejahteraan para guru, khususnya yang berada di bawah naungan kabupaten/kota. Masih banyak tenaga pendidik yang menerima insentif di bawah standar, sehingga kesejahteraan mereka jauh dari layak," tambahnya.
Sebagai penutup, Damayanti menegaskan perlunya kebijakan pembangunan pendidikan yang lebih terarah dan berbasis data yang akurat.
"Pemprov Kaltim harus memiliki skala prioritas dalam menangani permasalahan pendidikan, baik bagi sekolah negeri maupun swasta, termasuk dalam peningkatan kesejahteraan serta profesionalisme tenaga pendidik. Sebab, pendidikan merupakan kunci utama yang akan menentukan masa depan Kalimantan Timur," tutupnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar