E-Paper BorneoFlash.com

Headline E-Paper BorneoFlash.com Edisi Senin 20 Januari 2025: Gencatan Senjata di Gaza Tertunda, Warga Mulai Pulang dengan Perasaan Campur Aduk

lihat foto
Headline Epaper BorneoFlash.com Edisi Senin 20 Januari 2025.
Headline Epaper BorneoFlash.com Edisi Senin 20 Januari 2025.

BorneoFlash.com, GAZAGencatan senjata yang seharusnya dimulai pada pukul 8.30 pagi waktu setempat di pusat Kota Deir Al Balah, Minggu (19/1/2025), mengalami penundaan karena alasan teknis. Meski begitu, suasana di Gaza mulai diwarnai dengan harapan dan kehati-hatian, saat warga yang mengungsi bersiap untuk kembali ke rumah mereka.

Namun, klaim bahwa Hamas belum menyerahkan daftar sandera yang akan dibebaskan membuat militer Israel melanjutkan serangannya. Situasi ini menyebabkan ketegangan yang masih terasa meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diumumkan sebelumnya.

Di tengah ketidakpastian ini, militer Israel terlihat menarik kendaraannya dari pusat Kota Rafah dan mundur ke koridor Philadelphi, sebuah wilayah sepanjang perbatasan selatan Gaza dengan Mesir. Menurut laporan Al Jazeera, proses ini berlangsung perlahan, dengan warga Palestina yang masih diliputi kekhawatiran.

Perasaan Campur Aduk Warga Gaza

Warga Gaza yang telah lama terjebak dalam konflik ini mulai mengemasi barang-barang mereka untuk kembali ke tempat tinggal masing-masing. Namun, kebahagiaan karena bisa pulang bercampur dengan ketakutan akan kemungkinan perjanjian gencatan senjata dilanggar.

Souad Warshaga, seorang pengungsi yang tinggal di Gaza utara, mengungkapkan kebahagiaannya meski masih diliputi rasa waswas.

"Kami sedang mempersiapkan barang-barang kami untuk kembali ke daerah dan lingkungan kami yang sangat kami rindukan. Kami tidak sabar menunggu hingga saat perjanjian gencatan senjata resmi berlaku. Saya ingin menjadi salah satu orang pertama yang meninggalkan tempat ini dan kembali ke rumah kami," ujarnya.


Latifa Qashqash, pengungsi lainnya, menyuarakan perasaan serupa.

"Saya bahagia karena saya akan kembali ke daerah dan tempat asal saya. Saya juga takut. Karena saya tidak percaya kepada orang Israel. Saya juga sedih karena kehilangan orang-orang yang kami cintai dan harta benda kami. Kami akan meninggalkan tenda di sini untuk tinggal di tenda di sana," ungkapnya.

Korban Jiwa dan Harapan Baru

Sejak kesepakatan gencatan senjata diumumkan pada Rabu lalu, otoritas Palestina mencatat sedikitnya 122 warga Palestina, mayoritas wanita dan anak-anak, tewas akibat serangan militer Israel. Meski demikian, warga Gaza tetap berharap gencatan senjata kali ini dapat membawa kedamaian yang lebih permanen.

Banyak warga di Deir Al Balah terlihat merekam momen-momen awal ini dengan ponsel mereka, bertepuk tangan, dan saling berpelukan. Namun, rasa takut akan pelanggaran gencatan senjata terus menghantui.

Konflik Gaza-Israel yang telah berlangsung lama menunjukkan kompleksitas dan tantangan besar dalam menciptakan perdamaian. Gencatan senjata ini menjadi harapan baru bagi warga Gaza untuk memulai kembali kehidupan mereka di tengah kehancuran. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar