Termasuk juga persediaan BBM dan gas menghadapi Natal dan Tahun Baru 2025 sudah dipersiapkan dengan matang, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. "Banyak opsi yang sudah disiapkan, salah satunya ada beberapa SPBU yang akan dibuka 24 jam dan mempersiapkan SPBU Kantong," terangnya.
Apabila kuota BBM yang menjadi permasalahan di lapangan, pastinya dirinya selaku wakil rakyat akan memperjuangkan penambahan kuota, sehingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Kaltim. Hanya saja, saat ini kuota BBM terpenuhi.
"Tinggal kedepan saya akan berkoordinasi terus dengan pemerintah daerah, agar mempermudah pembangunan SPBU yang ada di kota-kota di Kaltim. Saya akan kawal juga terkait perizinan dan pertamina juga terbuka membantu sepanjang ada investor yang mau menginvestasikan khususnya pada pembangunan SPBU ini, nanti yang lainnya kita bantu," jelasnya.
Khusus penjualan BBM Pertalite, Bang Udin menyampaikan ada campur tangan pemerintah daerah agar tidak terjadi antrian BBM di SPBU, seperti membagi penjualan BBM Pertalite. Misalnya, bagi kendaraan roda dua di SPBU Stalkuda, sedangkan di SPBU ini hanya untuk kendaraan roda empat.
"Banyak masyarakat yang mengkonsumsi pertalite dan pemerintah daerah turut campur tangan dalam pengaturan ini, agar jangan sampai ada antrean," ungkapnya.
Kedepan, Syafruddin menargetkan zero antrean BBM di SPBU Kaltim dan tidak boleh ada lagi masyarakat yang mengeluh langka gas elpiji 3 kilogram. "Itu yang menjadi target saya ditahun 2025. Langkah saya sebagai wakil rakyat akan duduk satu meja mengundang semua stakeholder, untuk bicarakan agar kedepan zero antrian dan zero langkah elpiji. Kita akan konsolidasi menyeluruh, untuk membicarakan kemajuan agar masyarakat tidak mengeluh," tegasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar