Berita Kaltim Terkini

Bahasa Paser Disebut Akan Punah, Ini Kata Sultan Paser saat Hadir di Acara Rembuk Budaya yang Digelar Otorita IKN

lihat foto
Sultan Paser YM. Aji Muhammad Jarnawi ikut menghadiri acara Rembuk Budaya yang digelar Otorita IKN di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Rabu (8/11/2023). Foto: BorneoFlash.com/Ardian.
Sultan Paser YM. Aji Muhammad Jarnawi ikut menghadiri acara Rembuk Budaya yang digelar Otorita IKN di Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Rabu (8/11/2023). Foto: BorneoFlash.com/Ardian.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Acara Rembuk Budaya, mendatangkan 100 Budayawan dari berbagai daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) digelar oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat di Hotel Grand Senyiur pada Rabu dan Kamis (8-9 November 2033).

Ada satu hal yang menjadi sorotan ketika dalam sambutan yang disampaikan Deputi Sosial Budaya dan pemberdayaan Masyarakat Alimuddin, yaitu akan punahnya bahasa Paser.

"Ya, itu penelitian dari Balai Bahasa Kalimantan Timur, oleh karena itu, walaupun Pemerintah Daerah sudah melakukan muatan lokal di sekolah saya kira ini tidak cukup efektif, tetapi menghambat punahnya iya, maka harus dihidupkan kembali bahasa ibu di masing-masing rumah, kalau tidak ya kita akan menjadi cerita saja," katanya saat dikonfirmasi awak media.

Jadi, menurutnya kalau ingin melestarikan budaya itu, saya pikir pelaku-pelaku budaya ini bekerjasama dengan kita semua termasuk seluruh stakeholder menjadi satu untuk memabangun kebudayaan ini.

"Untuk itu, ini (Rembuk Budaya) salah satu upaya yang dilakukan oleh Otorita IKN mengadakan kegiatan seperti ini dan banyak lagi kegiatan yang kita lakukan di lapangan, termasuk kerja sama dengan Kementerian PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), dan kedepan kita akan membentuk sekolah-sekolah Vokasi Seni Budaya," kata Alimuddin.


Menanggapi hal tersebut, Sultan Paser YM. Aji Muhammad Jarnawi yang turut hadir dalam acara ini mengatakan bahwa ini sudah kami masukkan dalam Perda nomor 8 tahun 2020. "Tujuannya supaya bahasa Paser ini agar tidak punah," kata Sultan Paser.

"Memang, pihak Dinas Pendidikan kita harap agar mendorong guru-guru di SD, SMP dan SMA supaya diajarkan di tiap sekolah penutur-penutur bahasa Paser ini.

Selain itu, Kesultanan Paser juga mengembangkan corak batik Paser, ada beberapa ornamen khas Paser, yang juga masuk dalam Perda, untuk memperkuat bahwa memang cikal-bakalnya ibu kota itu memang ciri khasnya Paser, dengan tidak melupakan saudara-saudara kita di Kalimantan Timur (Kolaborasi).

Sebelumnya, saat ditanya mengenai diadakannya acara ini, Kesultanan Paser menyambut baik atas diadakannya acara Rembuk Budaya ini.

"Ini menunjukkan bahwa, seluruh adat budaya di Kalimantan Timur ini bersatu, untuk menyongsong Ibu Kota Negara yang baru di Penajam Paser Utara," ucap Sultan Paser.

Kemudian ia mengatakan bahwa telah menyampaikan kepada Presiden Jokowi agar dibuatkan bangunan Kerajaan (duplikasi). "Agar anak cucu kita dapat mengetahui bagaimana bentuk Kebudayaan kita nantinya," kata Sultan Paser YM. Aji Muhammad Jarnawi.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar