BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Kali ini,
Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (Sigab)
Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyasar Lurah Se Kota Balikpapan untuk melakukan pelatihan perspektif GEDSI (Gender Equality Disabilitas Social Inclusion) di Tingkat Kelurahan Kota Balikpapan, di Hotel Tiga Mustika Balikpapan selama dua hari dimulai pada hari Rabu, (18/10/2023).
Pelatihan Perspektif secara resmi dibuka Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Balikpapan, Arzaedi Rachman.
Program Manager SIGAB Provinsi Kaltim, Okki Noviansyah berharap kegiatan ini bisa sedikit banyak mengetahui GEDSI yakni pengarusutamaa
ngender, disabilitas dan Sosial Inklusi.
Okki mengungkapkan bahwa sudah ada beberapa kelurahan di Kota Balikpapan yakni Kelurahan Manggar, Kelurahan Manggar Baru,Kelurahan Prapatan dan Kelurahan Telaga Sari, Kelurahan Gunung Sari Ulu dan Kelurahan Gunung Sari Ilir, yang sudah memiliki kelompok disabilitas kelurahan.
"Teman disabilitas kelurahan sudah membentuk diri menjadi kelompok disabilitas kelurahan yang SK nya dari Lurah di Enam Kelurahan ini," jelas Okki.
Enam kelurahan ini akan menjadi contoh bagi kelurahan lainnya, sehingga diharapkan tahun depan tidak hanya enam kelurahan saja melainkan akan bertambah kelompok disabilitas kelurahan di Kota Balikpapan.
Sigab Kaltim sudah melaksanakan kegiatan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Misalnya dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan dengan melakukan sosialisasi akses disabilitas untuk 54 Sekolah Dasar. Sedangkan, untuk kesehatan sudah dilakukan sosialisasi dengan seluruh Puskesmas di Kota Balikpapan.
Terkait GEDSI sudah dilaksanakan di seluruh OPD Se Kota Balikpapan pada bulan lalu. Sebenarnya, Gender Equality ini sudah ada di Pemerintah Kota, hanya saja Disabilitas Social Inclusion yang belum ada. "Ini bagian dari program pemerintah. Kami berfokus disabilitas," terangnya.
Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Balikpapan, Arzaedi Rachman, mengatakan tujuan dari pelatihan ini untuk membangun perspektif positif dan pemahaman yang kuat terkait isu tersebut.
"Saya percaya dengan pengetahuan dan pengalaman yang lebih baik, para lurah dapat menjadi agen perubahan yang lebih baik dan efektif di tengah masyarakat. Ini adalah langkah pertama dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan adil di seluruh Kelurahan di Balikpapan," paparnya.
Dalam kebijakan dan program pembangunan di Balikpapan, Pemerintah Kota Balikpapan selalu berusaha memasukkan aspek inkusi sosial.
"Saya mengingatkan kita semua bahwa inklusi bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi tanggung jawab kita semua. Setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih inkusif dan adil," pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar