Berita Balikpapan Terkini

Balikpapan Jadi Kota Pertama di Kalimantan Gelar Festival Literasi 

lihat foto
Puncak acara festival literasi Balikpapan yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand Tjokro Balikpapan, Selasa (21/2/2023). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.
Puncak acara festival literasi Balikpapan yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand Tjokro Balikpapan, Selasa (21/2/2023). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Kota Balikpapan menjadi Kota yang pertama dan satu-satunya di Kalimantan dan Kalimantan Timur (Kaltim), yang menyelenggarakan Festival Literasi Balikpapan.

Untuk tahun 2022, sebanyak 175 sekolah di Kota Balikpapan baik sekolah negeri dan sekolah swasta dari jenjang SD dan SMP mengikuti Festival Literasi Balikpapan. Hasil karya diterbitkan menjadi buku.

Founder Nyalanesia, Lenang Manggala mengatakan Nyalanesia merupakan pengembangan program literasi yang sudah ada di 35 Provinsi dan bermitra dengan belasan pemerintah daerah dan juga pemerinta pusat.

"Untuk di area Kalimantan, memang Balikpapan yang pertama," ucapnya kepada awak media di sela-sela kegiatan puncak acara festival literasi Balikpapan, di Ballroom Hotel Grand Tjokro Balikpapan, Selasa (21/2/2023).

Sejauh ini, mitra Nyalanesia lebih dari 3500 sekolah seluruh Indonesia. Khusus untuk Balikpapan, sebanyak 175 sekolah di Balikpapan dari tingkat SD, SMP dan SMA. Sebanyak 11.000 siswa siswi baik sekolah negeri maupun swasta terlibat pada festival literasi Balikpapan. Setiap sekolah mengirim perwakilan sekitar 50 siswa siswi.

"Dari 11 ribu siswa siswi dan guru yang berkarya, kita terbitkan menjadi buku. Hasil karya anak-anak tersebut diterbitkan menjadi buku dan hari ini akan dilaunching bukunya," terangnya.


Kegiatan ini selain launching buku, akan ada pengumuman pemenang karya terbaik dari tingkat sekolah, tingkat regional. "Untuk tingkat nasional diumumkan pada tanggal 4 mei 2023 di festival literasi nasional di solo," ujarnya.

Kriteria yang diberikan penghargaan beragam diantaranya, karya tulis, sekolah aktif literasi nasional, guru penulis buku termasuk pembuatan video kreatif. Tapi kalau soal karya tulis yang dinilai dari kreatifitas, pilihan kata dan gaya kalimat serta amanat yang disampaikan.

Sekitar 2 bulan peserta mengumpulkan karyanya. Namun sebelumnya, peserta diberikan pelatihan secara online di sekolah masing-masing.

"Pelatihan di awal, kolaborasi dengan beberapa mentor salah satunya Najwa Shihab, Adi F Noya, Helmi Yahya, melalui e-learning manajemen sistem online," katanya.

Peserta festival literasi Balikpapan di Ballroom Hotel Grand Tjokro Balikpapan, Selasa (21/2/2023). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.
Peserta festival literasi Balikpapan di Ballroom Hotel Grand Tjokro Balikpapan, Selasa (21/2/2023). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

Lenang mengungkapkan untuk menentukan daerah yang dipilih diselenggarakan festival berawal Balikpapan mengikuti program gerakan sekolah menulis buku nasional.

Dari situlah akhirnya memilih Kota Balikpapan untuk menyelenggarakan festival literasi Balikpapan.Ketika melihat antusias di Balikpapan sangat tinggi sehingga pihaknya berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Pemerintah Kota dan juga penggerak Literasi di Kota Balikpapan.


Sementara itu, Koordinator Penggerak Literasi Balikpapan, Vina Dwi Lestari mengatakan selain siswa siswi, para guru juga mengikuti workshop penulisan pelatihan pengembangan guru yang diikuti 844 guru baik tingkat SD dan SMP di Kota Balikpapan.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Balikpapan, Dinas Pendidikan yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini," ungkapnya.

Vina mengajak seluruh elemen masyarakat terutama para guru, kepala sekolah dan siswa siswi, untuk tetap semangat berkarya dalam menghasilkan karyanya untuk menjadikan Balikpapan sebagai Kota literasi.

"Kami minta dukungannya agar festival literasi ini tidak berhenti sampai disini tetapi terus berlanjut. Saya merasa bangga kepada bapak ibu guru dan kepala sekolah yang telah mendukung siswa siswi untuk menghasilkan karya," serunya.

Dalam kegiatan ini, sekaligus penandatanganan piagam deklarasi literasi Kota Balikpapan yang ditandatangani Asisten II Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Agus Budi Prasetyo mewakili Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar