Berita Kota Balikpapan

Kontraktor Mohon Maaf, Cuaca Hujan Jadi Kendala Proyek DAS Ampal 

Pengerjaan proyek DAS Ampal di Jalan MT Haryono. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.
Pengerjaan proyek DAS Ampal di Jalan MT Haryono. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Timbul gejolak dimasyarakat akibat penutupan Jalan MT Haryono Kota Balikpapan, tepatnya di depan Global Sport, untuk pengerjaan proyek DAS Ampal.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Balikpapan, Adamin Siregar memanggil pihak kontraktor PT Fahreza Duta Perkasa. "Pihaknya menyampaikan permohonan maaf," ucapnya kepada awak media.

Proyek yang dikerjakan ini merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi banjir di Kota Balikpapan. Memang bukan hanya satu titik yang dikerjakan dalam penanganan banjir, melainkan enam titik.

"Ini dikerjakan sejak tahun kemarin dan targetnya dalam perjanjian sampai Desember 2023," ungkapnya.

Apalagi Kota Balikpapan sebagai Kota Penyangga Ibu Kota Negara sehingga banyak pendatang datang ke Balikpapan menambah padatnya lalu lintas.

"Kita berharap masyarakat dapat memaklumi usaha yang dilakukan pemerintah dan juga usaha kontraktor. Ini komitmen pemerintah Balikpapan untuk menangani banjir yang kita rasakan. Mudah-mudahan dengan adanya proyek ini, kita bersama masyarakat mendukung dalam artian kita bersabar dengan kondisi cuaca hujan," paparnya.


Lanjutnya, target yang disepakati dapat terealisasi dan pada tanggal 20 Februari 2023, bisa dibuka satu jalur untuk kendaraan roda dua dan roda empat. "Masyarakat diharapkan mohon bersabar dan mohon maaf. Kita berdoa semua dapat cepat selesai," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Direktur PT Fahreza Duta Perkasa, Cahyadi memohon maaf atas kepada seluruh pihak yang terganggu, dengan adanya penutupan jalan ini, karena ini adalah bagian dari program pemerintah sehingga harus dilaksanakan agar bisa dinikmati seluruh masyarakat Kota Balikpapan.

"Mudah-mudahan jika cuaca mendukung, insyaallah di tanggal 20 Februari 2023 sudah bisa dilewati oleh roda dua dan roda empat dari satu arah yakni dari simpang wika," terangnya.

Cahyadi mengakui, pada tanggal 17 Februari 2023 target bisa dilalui oleh roda dua, ternyata belum bisa dilalui karena kendala cuaca yang hampir setiap hari turun hujan.

Hal itu sangat mengganggu, karena posisi pekerjaan ada dua kegiatan diantaranya pemasangan box culvert yang hampir rampung tapi harus segera diselesaikan, serta kegiatan penimbunan tanah yang utamanya, bertujuan agar bisa dilalui akses oleh roda dua maupun roda empat.

"Dari cuaca menjadi kendala sehingga waktu menjadi molor," katanya.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar