BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Khidmat dan meriah, dua kata yang mewakili suksesnya kegiatan Musyawarah Daerah (Musyda) ke-11 Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Balikpapan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 7 hingga 8 Januari 2023.
Konsep panggung yang religius dan modern berlatar videotron ukuran 6x3 meter tampil dinamis dengan segenap fiturnya. Disanding streaming langsung di kanal media sosial resmi Muhammadiyah Balikpapan, disediakan khusus bagi warga dan masyarakat luas yang tidak mendapatkan akses kehadiran di Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan Utara.
Dua tema diangkat sesuai peran masing-masing, di Muhammadiyah yang diisi aktivis serta da'i kalangan pria ini mengambil tema "Memajukan dan Mencerahkan Kota Balikpapan" sedangkan AISYIYAH sebagai organisasi otonom Muhammadiyah yang digerakkan kalangan perempuan membawa tema "Perempuan Berkemajuan Mencerahkan Peradaban Kota Balikpapan".
Antusias tinggi para tamu undangan memeriahkan Musyda yang ke 11 tersebut membuat kapasitas ruangan 200 orang menjadi penuh namun tertib. Dihadiri tokoh masyarakat, pejabat, pimpinan Muhammadiyah & Aisyiyah beserta anggota, simpatisan dan karyawan Amal Usaha Muhammadiyah.
Ketua Panitia Penyelenggara, Kurnia Effendy yang juga terpilih menjadi salah satu Pimpinan Muhammadiyah Balikpapan, sangat puas dengan acara tersebut.
"Sukses karena sistem, tetapi tidak kalah penting dukungan dari semua pihak yang bisa sangat panjang jika disebutkan satu persatu, sekali lagi terima kasih atas kepercayaannya kepada Muhammadiyah. Kami warga Muhammadiyah Balikpapan mendoakan kebaikan selalu dilimpahkan kepada kontributor dan yang berpartisipasi, aamiin".
Resepsi Pembukaan Musyda tersebut diselingi juga pagelaran dari Amal Usaha Muhammadiyah Balikpapan berupa pertunjukan seni, bakat dan tari-tarian dari siswa SD, SMP, SMK serta Panti Asuhan Muhammadiyah se kota Balikpapan maupun Organisasi Otonom Tapak Suci dan Hizbul Wathan.
Proses pemilihan mengandalkan kecepatan dan ketepatan voting elektronik serta metode Demokratis Musyawarah Mufakat. Koordinator Panitia bidang Publikasi dan Humas, Syahrani menjelaskan:
"Sistem Pemilihan ini didesain kearah Quality-Oriented dari hulu hingga hilirnya. Tanpa rusuh, tanpa ricuh, tanpa politik uang, dan tanpa pencitraan identitas buatan, jadi manuver negatif tidak efektif disini. Hasilnya pasti sosok yang dibutuhkan organisasi. E-Voting meringkas prosesi pemilihan jadi 35 menit ditambah musyawarah formatur 10 menit, sedangkan pemilihan konvensional kertas suara bisa 3 jam" terangnya
Dari hasil pemilihan PD Muhammadiyah ditetapkan 9 orang Pimpinan diketuai kembali oleh ustadz Muhammad Hendro, posisi sekretaris dipercayakan secara mufakat kepada Sahrul.
"Sudah selesai dengan adem sekali semua bergembira, 5 wajah baru masuk Pimpinan periode 2022 sampai 2027 yaitu Ketua Panitia Musyda Kurnia Effendy, Sugianto, Khairil Anwar Diniy, Bambang Setyoko, dan saya sendiri sebagai Sekretaris. 4 Pimpinan lama masih dibutuhkan warga kami. Ustadz Hendro, Huda Abdunafi, Yahya dan Muhammad Mansur", ujar Sahrul yang juga menjabat Ketua Pemuda Muhammadiyah Balikpapan.
Sedangkan hasil PD Aisyiyah hampir bersamaan menetapkan Nurhamidah sebagai ketua dan Hayyun Nur Diniah sebagai sekretarisnya.
"Sesuai urutan suara terbanyak ibu Asmadhani, Nurhamidah, Emi Hasyimiah Alaydrus, Hayyun Nur Diniah, Siti Maryam Inan, Sri Kusmiati, Ida Djuraidah, Puji Purnawati, Herdaningsih karena alasan tertentu digantikan oleh Siti Suwarti" rilis sekretaris PD Aisyiyah periode 2022-2027 ibu Hayyun.
Sistem terakhir pemilihan tidak harus suara terbanyak menjadi Ketua atau Sekretaris tapi masih melalui tes komitmen, konsistensi dan kapasitas, "nomor urut satu tidak mutlak Ketua, ada mekanisme Musyawarah Mufakat diantara kesembilan formatur memilih Ketua dan Sekretaris. Disitu saling mengukur kemampuan dan kesiapan". pungkas ustadz Syahrani. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar