BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Kecelakaan Muara Rapak kembali terjadi. Kali ini, sebuah mobil truk molen dengan plat AB 9034 AK hilang kendali sehingga menabrak mobil angkot dan mobil truk molen yang saat itu berada di bahu jalan kawasan proyek pelebaran Jalan Muara Rapak.
Kejadiannya terjadi sekitar pukul 15.33 Wita, pada hari Selasa (27/12/2022) saat itu para pekerja sedang mengerjakan proyek pelebaran jalan.
Mobil truk pengaduk semen yang dikemudikan Alex (61) membawa angkutan semen sebanyak 20 ton, menuju kawasan Jalan Soekarno Hatta Muara Rapak, namun saat berada di turunan truk Plat nomor AB 9034 AK mengalami rem blong.
Saat ditemui di tempat kejadian, Kasatlantas Polresta Balikpapan, Kompol Ropiyani membenarkan jika awal mula kejadian Kecelakaan Muara Rapak truk molen menabrak mobil angkot, karena mobil sudah mulai tidak seimbang dan gagal pengereman, sehingga supir banting ke kiri dan menghantam pagar pembatas seng proyek.
Kemudian, mobil menghantam bagian belakang sebuah mobil truk molen plat nomor KT 9968 AU sedang parkir di kawasan proyek yang sedang mengisi semen untuk bahan pengecoran.
"Kejadian ini didalam jalan yang baru dicor. Diduga dikarenakan gagal pengereman yang dilakukan supir, karena awalnya bersenggolan dengan angkot lalu dia panik dan dia melakukan pengereman mendadak dengan membanting stir ke kiri," ujarnya kepada awak media.
Supir yang saat kejadian terjepit di dalam mobil yang dikemudikannya beserta kernet di larikan ke rumah sakit. Hingga berita ini diturunkan, supir dinyatakan meninggal dunia dan kernet dalam keadaan sadar sepenuhnya.
Saat kejadian tersebut, warga yang melintas di lokasi kejadian, para pekerja proyek dan Satlantas serta TNI langsung berusaha memberikan pertolongan kepada korban yang terjepit.
Dengan menggunakan peralatan yang ada di lokasi proyek korban dapat dikeluarkan dari dalam mobil truk dan langsung dilarikan ke RS Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan.
Salah seorang saksi mata, Ahmad mengatakan saat kejadian naas itu dirinya sedang berada di sekitar kejadian dan mendengar suara mobil yang sedang mengerem menabrak seng. "Saat itu ada tiga pekerja berlari semua ketika mendengar suara seng yang ditabrak itu," ungkapnya.
Ahmad menuturkan sekitar 40-50 meter dari titik kejadian, mobil itu sudah menabrak pembatas seng. Seandainya supir banting stir ke kanan banyak korban pengguna jalan yang tertabrak. Pasalnya, saat kejadian pengendara sedang berada di posisi lampu merah. "Cuman dia banting ke kiri jadi dia nabrak itu aja," terangnya.
Ia mengatakan jika saat kejadian supir dalam kondisi sudah muntah-muntah dan kepala terdapat luka. "Gak tau itu selamat atau tidak," ucapnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar