Sejak dipromosikan di tahun 2017, dermaga tersebut hampir setiap hari dikunjungi orang yang hobi memancing ikan, tak jarang juga dijadikan sarana rekreasi keluarga.
Dua tahun berjalan, kata Ardiansyah, pandemi Covid-19 menyerang. Sejak saat itu, promosi objek wisata Dermaga Tambatan Perahu Desa Atang Pait dihentikan.
"Dermaga itu dibangun melalui Dana Desa. Saat itu saya masih menjabat Kades Atang Pait. Karena pandemi Covid-19, rencana pengembangan sarana objek wisata terhenti karena anggaran banyak terserap pada penanggulangan wabah tersebut," kenangnya.
Karena fasilitas sarana penunjang objek wisata seperti gazebo, warung makan dan lainnya belum lengkap, sehingga untuk sementara pengunjung tidak ditarik retribusi.
Ardiansyah berharap fasilitas objek wisata di dermaga tambatan perahu Desa Atang Pait terus dikembangkan oleh pemerintah desa Atang Pait, sehingga bisa mendukung program pembangunan Kabupaten Paser Maju Adil dan Sejahtera (Paser MAS).
"Dari Jalan Negara (Trans Kaltim-Kalsel) lokasi objek wisata kami hanya berjarak sekitar 500 meter, kondisi jalan ke sana sudah bagus, kita tingkatkan semasa saya menjabat Kades Atang Pait," jelasnya.
Sedangkan dari dermaga penyeberangan Penajam Paser Utara (PPU), lanjut Ardiansyah, bisa ditempuh 2 jam perjalanan. Ditambah 1 jam perjalanan menggunakan perahu, pengunjung bisa sampai ke Pulau Bansik, habitat berbagai jenis kera yang mirip dengan Pulau Kembang di Banjarmasin Kalsel.
"Konsepnya kemarin kami ingin punya perahu yang agak besar, mengantar pengunjung menikmati keindahan alam sekaligus berfungsi sebagai restoran terapung. Kebetulan Kaltim menjadi Ibu Kota Negara (IKN) baru, kita daerah penyangga IKN bisa mendukungnya dengan potensi wisata ini," pungkasnya.
(Adv/Sarrassani)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar