Berita Pemkab Paser

Sensasi Mancing Ikan di Habitat Bekantan, Objek Wisata Dermaga Tambatan Perahu Desa Atang Pait

lihat foto
Dokumentasi tahun 2017, saat Desa Atang Pait menggelar lomba mancing. Foto: Humas Pemkab Paser.
Dokumentasi tahun 2017, saat Desa Atang Pait menggelar lomba mancing. Foto: Humas Pemkab Paser.

BorneoFlash.com, TANA PASERDermaga tambatan perahu Desa Atang Pait, tidak hanya sekedar fasilitas tambatan perahu nelayan Desa Atang Pait, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser.

Tapi juga digunakan masyarakat sekitar sebagai fasilitas hiburan seperti memancing, bahkan tak jarang dijadikan sarana rekreasi keluarga.

Mengapa? Hampir di sepanjang tepian sungai dipenuhi pohon-pohon mangrove, dengan permukaan air sungai yang tenang, sangat menyenangkan untuk dipandang berlama-lama.

Pada sore hari bahkan pengunjung bisa melihat monyet Bekantan, yang keluar mencari makan akan di pepohonan mangrove.

Karena dermaga tambatan perahu dibangun agak ke tengah sungai, pemandangan keindahan alam seperti akan lebih mudah terlihat.

Tidak itu saja, 1 jam perjalanan menggunakan perahu dari dermaga, ada Pulau Bansik, habitat berbagai jenis monyet atau kera.

Sayangnya Pulau Bansik menurut Tokoh Masyarakat Desa Atang Pait Ardiansyah, yang juga mantan Kepala Desa (Kades) Atang Pait, belum dikembangkan sebagai potensi wisata.

"Itulah mengapa kami menginisiasi pembangunan Dermaga Tambatan Perahu. Selain sebagai fasilitas pendukung transportasi sungai, juga bisa difungsikan sebagai tempat hiburan dan rekreasi keluarga," kata Ardiansyah, Kamis (14/7/2022).


Sejak dipromosikan di tahun 2017, dermaga tersebut hampir setiap hari dikunjungi orang yang hobi memancing ikan, tak jarang juga dijadikan sarana rekreasi keluarga.

Dua tahun berjalan, kata Ardiansyah, pandemi Covid-19 menyerang. Sejak saat itu, promosi objek wisata Dermaga Tambatan Perahu Desa Atang Pait dihentikan.

"Dermaga itu dibangun melalui Dana Desa. Saat itu saya masih menjabat Kades Atang Pait. Karena pandemi Covid-19, rencana pengembangan sarana objek wisata terhenti karena anggaran banyak terserap pada penanggulangan wabah tersebut," kenangnya.

Karena fasilitas sarana penunjang objek wisata seperti gazebo, warung makan dan lainnya belum lengkap, sehingga untuk sementara pengunjung tidak ditarik retribusi.

Ardiansyah berharap fasilitas objek wisata di dermaga tambatan perahu Desa Atang Pait terus dikembangkan oleh pemerintah desa Atang Pait, sehingga bisa mendukung program pembangunan Kabupaten Paser Maju Adil dan Sejahtera (Paser MAS).

1 jam perjalanan menggunakan perahu dari dermaga, terdapat Pulau Bansik, dengan habitatnya berbagai jenis monyet atau kera. Foto: Humas Pemkab Paser.
1 jam perjalanan menggunakan perahu dari dermaga, terdapat Pulau Bansik, dengan habitatnya berbagai jenis monyet atau kera. Foto: Humas Pemkab Paser.

"Dari Jalan Negara (Trans Kaltim-Kalsel) lokasi objek wisata kami hanya berjarak sekitar 500 meter, kondisi jalan ke sana sudah bagus, kita tingkatkan semasa saya menjabat Kades Atang Pait," jelasnya.

Sedangkan dari dermaga penyeberangan Penajam Paser Utara (PPU), lanjut Ardiansyah, bisa ditempuh 2 jam perjalanan. Ditambah 1 jam perjalanan menggunakan perahu, pengunjung bisa sampai ke Pulau Bansik, habitat berbagai jenis kera yang mirip dengan Pulau Kembang di Banjarmasin Kalsel.

"Konsepnya kemarin kami ingin punya perahu yang agak besar, mengantar pengunjung menikmati keindahan alam sekaligus berfungsi sebagai restoran terapung. Kebetulan Kaltim menjadi Ibu Kota Negara (IKN) baru, kita daerah penyangga IKN bisa mendukungnya dengan potensi wisata ini," pungkasnya.

(Adv/Sarrassani)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar