Selaku pengacara korban saat dimintai keterangan mengatakan bahwa sudah melakukan laporan Ke Polsek Balikpapan Utara dan telah dilakukan visum secara medis.
"Informasi awal memang ditemukan memar pada bawah mata kiri dan pendarahan sekitar hidung dan mulut serta bagian tubuh yang lain," ujarnya.
Pihak keluarga dan pengacara korban akan tetap memproses peristiwa ini, karena peristiwa ini bukan yang pertama dialami korban.
"Bukan pertama mendapat ancaman oleh HP, sampai pada akhirnya korban berhenti menjadi murid HP di BFC, karena banyak mendapat tekanan fisik maupun psikis yang dialami korban," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Musashi Camp atas nama Evi Maryono, SH sangat menyayangkan peristiwa pemukulan tersebut, karena Dilla salah satu atlet camp.
"Apalagi Dilla dari junior menjadi atlet kami, dengan memiliki segudang prestasi bukannya sebagai Binpres untuk membina Atlet di Balikpapan malah dilakukan penganiayaan," serunya.
Dengan kejadian ini sangat disayangkan Atlet kebanggaan Kota Balikpapan bukannya di bina prestasinya, malah secara fisik dan psikis dihancurkan. Padahal semangatnya untuk tetap berprestasi untuk membanggakan Kota Balikpapan.
Ketua Musashi Camp beserta keluarga menunjuk pengacara Sapto Hadi Pamungkas, SH.,MH untuk mendampingi kasus ini dan melaporkan kejadian penganiayaan ini ke pihak Kepolisian.
(BorneoFlash.com/Niken)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar