Hukum Dan Kriminal

Atlet Muaythai Berprestasi Dianiaya Oleh Mantan Pelatih 

lihat foto
M Nur Fadhillah (21) atlet Muaythai Balikpapan yang Menjadi korban penganiayaan mantan pelatih. Foto: BorneoFlash.com/DOK.
M Nur Fadhillah (21) atlet Muaythai Balikpapan yang Menjadi korban penganiayaan mantan pelatih. Foto: BorneoFlash.com/DOK.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Salah satu Atlet Muaythai Musashi Camp atas nama Muhammad Nur Fadhillah berusia 20 tahun dianiaya oleh Binpres Cabor Muaythai Kota Balikpapan Handi Prayitno (HP) di rumah kediaman HP yang terletak di Ruko Grand City pada pukul 10:30 Wita, Selasa (12/4/2022).

Dilla sapaan karibnya dianiaya dengan cara dipukul dan ditendang hingga mengalami pendarahan di area wajah dan hidung.

Kejadian tersebut berawal dari kedatangan atlet berprestasi ini ke rumah kediaman HP yang terletak di Ruko Grand City.

Tujuan kedatangannya tersebut dikarenakan atas Postingan HP yang menandai (Tag akun) korban yang bernama Dilla dengan menuduh bahwa Muhammad Nur Fadillah seorang Maling dan meminta 2x24 korban akan dicari oleh HP.

Dari hal tersebut Dilla ditemani oleh Ruslin dan Axel mendatangi rumah sekaligus tempat latihan HP di kawasan Grand City tersebut.

Tanpa ada angin atau hujan setelah sampai kerumah HP dengan itikad baik malah korban dipisahkan dari rekan lain yang mengantar.

"Di sekap, dikunci di dalam rumah dan dianiaya dengan cara dipukul dan ditendang sampai mengalami pendarahan di area wajah dan hidung korban," jelas Pengacara Korban Sapto Hadi Pamungkas SH.,MH melalui siaran pers, Selasa (12/4/2022).


Selaku pengacara korban saat dimintai keterangan mengatakan bahwa sudah melakukan laporan Ke Polsek Balikpapan Utara dan telah dilakukan visum secara medis.

"Informasi awal memang ditemukan memar pada bawah mata kiri dan pendarahan sekitar hidung dan mulut serta bagian tubuh yang lain," ujarnya.

Pihak keluarga dan pengacara korban akan tetap memproses peristiwa ini, karena peristiwa ini bukan yang pertama dialami korban.

"Bukan pertama mendapat ancaman oleh HP, sampai pada akhirnya korban berhenti menjadi murid HP di BFC, karena banyak mendapat tekanan fisik maupun psikis yang dialami korban," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Musashi Camp atas nama Evi Maryono, SH sangat menyayangkan peristiwa pemukulan tersebut, karena Dilla salah satu atlet camp.

"Apalagi Dilla dari junior menjadi atlet kami, dengan memiliki segudang prestasi bukannya sebagai Binpres untuk membina Atlet di Balikpapan malah dilakukan penganiayaan," serunya.

Dengan kejadian ini sangat disayangkan Atlet kebanggaan Kota Balikpapan bukannya di bina prestasinya, malah secara fisik dan psikis dihancurkan. Padahal semangatnya untuk tetap berprestasi untuk membanggakan Kota Balikpapan.

Ketua Musashi Camp beserta keluarga menunjuk pengacara Sapto Hadi Pamungkas, SH.,MH untuk mendampingi kasus ini dan melaporkan kejadian penganiayaan ini ke pihak Kepolisian.

(BorneoFlash.com/Niken)
Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar