"Saya tekankan kalau kalian bermuatan diluar pertambangan dan perkebunan, silakan diisi minyak subsidi. Tapi sampai kalian mengisi bermuatan pertambangan dan perkebunan silakan nanti pertanggungjawaban," serunya.
Dalam kesempatan yang berbeda, Ketua Dewan Pimpinan PMII Kalimantan Timur (Kaltim) Zainuddin menyampaikan, hasil mediasi bersama Walikota menyatakan diri bahwa hari Sabtu depan ia menjamin bahwa tidak ada lagi yang namanya pengantrian.
Hal itu dikarenakan ada penambahan salah satu SPBU kilometer 13 yang harusnya dibuka itu setelah lebaran tetapi dipaksa untuk dioperasikan hari Sabtu depan.
"Kita memegang omongan apa yang disampaikan sama pak wali, artinya ketika Sabtu depan itu ternyata proses antrian masih terjadi dimana-mana. Saya pastikan massa aksi akan jauh lebih besar dan kita akan mengusir Pertamina yang ada di Kota Balikpapan, karena mereka nggak becus," terangnya.
Penambahan kuota disampaikan oleh Wali Kota Balikpapan ketika adanya penambahan SPBU itu secara otomatis ada penambahan kuota. SPBU di Balikpapan hanya ada empat unit kemudian ditambah lagi di kilometer 13.
"Kita juga pastikan apakah penambahan SPBU itu hanya mengambil kuota yang lain atau kuota sendiri. Tadi informasinya ada kuota khusus Alhamdulillah tidak mengurangi kuota yang sebelumnya justru menambah dan saya berharap benar-benar menjadi ruang solusi terhadap kelangkaan solar di Kota minyak hari ini," tutupnya.
(BorneoFlash.com/Niken)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar