Berita Pemkab Paser

Pemkab dan DPRD Paser Sepakati Raperda Multiyears, Infrastruktur Jalan Tetap Jadi Prioritas Utama

lihat foto
Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari Bersama Ketua DPRD Paser, Hendra Wahyudi dan Unsur Pimpinan resmi menyetujui Raperda tentang Pembiayaan Pembangunan Multiyears di Gedung Baling Seleloi, Sekretariat DPRD Paser, pada Senin (15/6/2026). Foto: BorneoFlash/
Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari Bersama Ketua DPRD Paser, Hendra Wahyudi dan Unsur Pimpinan resmi menyetujui Raperda tentang Pembiayaan Pembangunan Multiyears di Gedung Baling Seleloi, Sekretariat DPRD Paser, pada Senin (15/6/2026). Foto: BorneoFlash/IST

Selain itu, tingkat kemantapan jalan kabupaten di Paser saat ini tercatat sebesar 47,02 persen, masih berada di bawah rata-rata kemantapan jalan nasional yang mencapai 65 persen. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur jalan agar melampaui standar nasional.

Ikhwan juga memastikan pembangunan jalan dan jembatan tetap menjadi prioritas meskipun pemerintah daerah menghadapi tantangan berupa pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) dan tekanan fiskal yang cukup besar.

“Apalagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Paser mengalami penurunan dari 3,77 persen pada tahun 2024 menjadi 3,61 persen pada tahun 2025,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, struktur ekonomi Kabupaten Paser masih didominasi sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi sebesar 54,89 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tahun 2025. Meski demikian, kontribusi sektor tersebut terus mengalami penurunan sejak 2022.

Di sisi lain, pembangunan jalan yang dilakukan secara bertahap dan masif dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan sejumlah sektor ekonomi lainnya.

Sektor-sektor yang mengalami pertumbuhan signifikan antara lain industri pengolahan, perdagangan, jasa pendidikan, administrasi pemerintahan, informasi dan komunikasi, jasa kesehatan dan kegiatan sosial, transportasi dan pergudangan, jasa keuangan dan asuransi, penyediaan akomodasi dan makan minum, real estate, jasa perusahaan, pengadaan listrik dan gas, serta pengadaan air dan pengelolaan sampah.

Menurut Ikhwan, dampak pembangunan infrastruktur juga tercermin dari meningkatnya persepsi positif masyarakat terhadap kualitas jalan di Kabupaten Paser.

“Beberapa tahun lalu Kabupaten Paser masih sering mendapat stigma terkait kondisi jalan, terutama saat musim hujan. Namun dalam satu hingga dua tahun terakhir, keluhan tersebut semakin berkurang. Ini menunjukkan pembangunan jalan yang dilakukan cukup diterima dan memberikan tingkat kepuasan yang tinggi bagi masyarakat,” pungkasnya. (*/Adv)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar