Berita Pemkab Paser

Wabup Paser Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Jadi Kunci Pembangunan

lihat foto
Wabup Paser, Ikhwan Antasari, saat menghadiri kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Rapat Sadurengas, Kantor Bupati Paser, pada Jumat (12/6/2026). Foto: BorneoFlash/IST
Wabup Paser, Ikhwan Antasari, saat menghadiri kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Rapat Sadurengas, Kantor Bupati Paser, pada Jumat (12/6/2026). Foto: BorneoFlash/IST

BorneoFlash.com, TANA PASER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Paser.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Paser, Ikhwan Antasari, saat menghadiri kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Sadurengas, Kantor Bupati Paser, pada Jumat (12/6/2026).

Ikhwan menegaskan, sensus ekonomi merupakan instrumen strategis untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat, mutakhir, dan komprehensif sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

“Dengan data yang akurat, perencanaan pembangunan dapat dilakukan lebih tepat sasaran. Untuk mewujudkan pembangunan yang berkualitas, kita membutuhkan kompas yang akurat, dan kompas itu adalah data,” ujar Ikhwan.

Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting bagi Kabupaten Paser untuk memotret secara menyeluruh aktivitas dan potensi ekonomi yang berkembang di tengah masyarakat.

Ia menilai, perkembangan ekonomi saat ini tidak lagi hanya ditopang oleh toko fisik maupun industri konvensional. Berbagai usaha baru tumbuh dari rumah tangga, platform digital, hingga kreativitas generasi muda yang mampu menciptakan peluang ekonomi baru.

“Hari ini aktivitas ekonomi tidak lagi hanya hadir dalam bentuk toko fisik atau industri konvensional. Banyak pelaku usaha tumbuh dari rumah, melalui media sosial, bahkan dari kreativitas anak-anak muda yang mampu menciptakan peluang ekonomi baru,” katanya.

Untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan sensus, Ikhwan menginstruksikan seluruh kepala perangkat daerah, camat, hingga kepala desa agar turut mengawal proses pendataan di wilayah masing-masing.

Ia juga meminta agar sosialisasi kepada masyarakat terus ditingkatkan serta memberikan dukungan kepada petugas lapangan agar proses pendataan dapat berjalan aman, lancar, dan tanpa hambatan.

“Kami mengapresiasi semangat jajaran BPS Paser. Mari bersama-sama memastikan data yang dihimpun benar-benar akurat dan bermanfaat bagi pembangunan daerah. Saya berharap masyarakat dan para pelaku usaha dapat berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Paser, Bayu Agung Prasetio, menjelaskan bahwa pencanangan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bersama Menteri Dalam Negeri dan Kepala BPS RI Nomor 500.2/3811/SC sekaligus menandai dimulainya pelaksanaan pendataan Sensus Ekonomi 2026 secara langsung dari rumah ke rumah.

lihat foto
Wabup Paser, Ikhwan Antasari, saat menghadiri kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Rapat Sadurengas, Kantor Bupati Paser, pada Jumat (12/6/2026). Foto: BorneoFlash/IST
Wabup Paser, Ikhwan Antasari, saat menghadiri kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Rapat Sadurengas, Kantor Bupati Paser, pada Jumat (12/6/2026). Foto: BorneoFlash/IST

“Sensus Ekonomi merupakan pendataan lengkap terhadap seluruh kegiatan ekonomi masyarakat Indonesia yang mencakup berbagai sektor, mulai dari pertanian, perdagangan, industri, konstruksi hingga berbagai sektor jasa lainnya,” jelas Bayu.

Pendataan akan berlangsung hingga Agustus 2026 dengan melibatkan 264 petugas lapangan serta sejumlah pegawai BPS yang ditugaskan khusus untuk mendata usaha-usaha berskala besar.

Bayu juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan pendataan yang dilakukan BPS tidak memiliki kaitan dengan perpajakan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk memberikan informasi yang dibutuhkan.

“Kami memastikan bahwa sensus ekonomi maupun setiap pendataan yang dilakukan BPS tidak ada hubungannya dengan pajak,” pungkasnya. (*/Adv)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar