Berita Pemkab Paser

Lepas 50 Delegasi ke PENAS XVII, Pemkab Paser Targetkan Petani dan Nelayan Bawa Pulang Inovasi Nasional

lihat foto
Sekda Kabupaten Paser, Katsul Wijaya secara simbolis melepas Kontingen Paser untuk mengikuti PENAS Petani Nelayan XVII, di Ruang Rapat Sadurengas, Kantor Bupati Paser, Senin (15/6/2026). Foto: BorneoFlash/IST
Sekda Kabupaten Paser, Katsul Wijaya secara simbolis melepas Kontingen Paser untuk mengikuti PENAS Petani Nelayan XVII, di Ruang Rapat Sadurengas, Kantor Bupati Paser, Senin (15/6/2026). Foto: BorneoFlash/IST

BorneoFlash.com, TANA PASER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser secara resmi melepas 50 delegasi Kontingen Paser untuk mengikuti Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII yang akan berlangsung di Gorontalo pada 20–25 Juni 2026.

Pelepasan kontingen dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Paser, Katsul Wijaya, di Ruang Rapat Sadurengas, Kantor Bupati Paser, pada Senin (15/6/2026).

Katsul Wijaya menegaskan bahwa keikutsertaan Kabupaten Paser dalam PENAS XVII merupakan momentum strategis untuk menunjukkan eksistensi dan kemampuan daerah di tingkat nasional.

“Acara ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Paser untuk menunjukkan kiprah di tingkat nasional,” ujarnya.

Kontingen Paser terdiri dari 30 peserta utama dari Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA), 15 pendamping yang meliputi lima penyuluh pertanian lapangan dan 10 staf bidang penyuluhan, serta lima peninjau dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH).

Menurut Katsul, PENAS bukan sekadar ajang berkumpul bagi petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, melainkan wadah konsolidasi untuk memperkuat semangat, kemandirian, tanggung jawab, serta jiwa kewirausahaan para pelaku utama pembangunan sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan.

PENAS XVII Tahun 2026 mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Program Swasembada Pangan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045.”

Katsul menilai tema tersebut sangat relevan dengan kebutuhan Kabupaten Paser yang saat ini membutuhkan percepatan penguasaan teknologi modern dan inovasi agribisnis.

“Kabupaten Paser saat ini memang sangat membutuhkan lompatan kemajuan dalam penerapan teknologi modern dan inovasi agribisnis,” tegasnya.

Ia menambahkan, tantangan perubahan iklim dan arus globalisasi menuntut petani dan nelayan untuk lebih adaptif, kreatif, dan inovatif dalam mengelola usaha mereka.

Karena itu, ia meminta seluruh peserta memanfaatkan kesempatan di Gorontalo untuk menyerap sebanyak mungkin ilmu, teknologi, dan pengalaman dari berbagai daerah.

“Jangan sampai kehadiran kontingen kita hanya menjadi pelengkap. Tunjukkan kualitas dan kemampuan agribisnis Kabupaten Paser agar diperhitungkan dan disegani daerah lain,” pesannya.

Selain menjadi sarana transfer teknologi, PENAS juga diharapkan menjadi ajang temu karya dan temu usaha yang dapat membuka peluang kemitraan baru bagi pelaku sektor pertanian dan perikanan di Kabupaten Paser.

Katsul menekankan bahwa Paser tidak hanya berorientasi pada swasembada beras, tetapi juga berupaya meningkatkan kualitas berbagai komoditas unggulan agar mampu bersaing di pasar lokal maupun regional.

“Komoditas dan produk agribisnis unggulan Paser harus memiliki kualitas tinggi sehingga mampu bersaing dan memiliki nilai tambah,” katanya.

Tak hanya itu, para peserta juga diminta berperan sebagai duta daerah dengan memperkenalkan budaya lokal, potensi wisata, serta hasil-hasil unggulan Kabupaten Paser kepada peserta dari seluruh Indonesia.

lihat foto
Pelepasan Kontingen Paser untuk mengikuti PENAS Petani Nelayan XVII, di Ruang Rapat Sadurengas, Kantor Bupati Paser, Senin (15/6/2026). Foto: BorneoFlash/Ist
Pelepasan Kontingen Paser untuk mengikuti PENAS Petani Nelayan XVII, di Ruang Rapat Sadurengas, Kantor Bupati Paser, Senin (15/6/2026). Foto: BorneoFlash/IST

“Ajak mereka berkunjung ke Paser. Ini bagian dari upaya promosi daerah,” ujarnya.

Keikutsertaan dalam PENAS XVII juga menjadi bagian dari persiapan Kabupaten Paser yang akan menjadi tuan rumah Pekan Daerah (PEDA) KTNA pada 2028 mendatang.

Melalui kegiatan tersebut, kontingen diharapkan dapat mempelajari tata kelola penyelenggaraan acara berskala besar agar Paser mampu menjadi tuan rumah yang sukses dan berkesan.

“Saya harap seluruh kontingen menjaga kesehatan, kekompakan, dan nama baik daerah. Optimalkan kesempatan ini, lalu pulang membawa ilmu baru, relasi baru, serta inovasi teknologi yang bermanfaat bagi kemajuan pertanian dan perikanan di Kabupaten Paser,” pungkas Katsul. (*/Adv)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar