BorneoFlash.com, BERAU - Matahari bersinar terang di atas langit Pulau Maratua. Ombak pelan berdebur di pulau terluar Kabupaten Berau ini. Bagi sebagian orang pulau ini salah satu surga bawah laut. Tapi berbeda artinya untuk para prajurit di Pos TNI AL Maratua.
Pulau ini tidak saja jauh secara jarak. Itu bisa berarti isolasi karena jauh dari keluarga tercinta. Obatnya tentu lewat sambungan dunia maya yang terhubung.
Sebelum Desember 2025, berkomunikasi mungkin adalah kemewahan di pos ini. Sinyal seluler sering timbul tenggelam bak lumba-lumba di lautan. Ketika jaringan hilang, para personel harus berjalan jauh menuju resor wisata terdekat. Mereka menumpang internet satelit milik swasta hanya untuk mengirim kabar pendek kepada istri atau orang tua.
Kini, hambatan itu perlahan berkurang Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mewujudkan mimpi para penjaga pulau terluar.

Layanan internet andal kini mengalir langsung ke lokasi mereka bertugas. Langkah nyata ini berawal dari usulan strategis pihak TNI pada tahun sebelumnya.
Kehadiran internet ini memicu perubahan besar bagi psikologis prajurit. Tugas menjaga kedaulatan negara terasa lebih ringan saat suara anak dan istri terdengar jernih setiap malam.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar