Internet bukan lagi sekadar urusan militer, melainkan jembatan kemanusiaan yang menghangatkan ruang isolasi.
“Kami ingin memastikan seluruh penjaga benteng pertahanan negara tetap terhubung dengan pusat dan keluarga mereka tanpa kendala," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Infrastruktur BAKTI Komdigi, Darien Aldiano, pada Kamis (11/6/2026).
Hebatnya lagi, manfaat teknologi ini meluap hingga ke luar dinding pos. Para petugas membuka pintu silaturahmi bagi warga lokal yang membutuhkan akses komunikasi.
Anak-anak sekolah dan nelayan sekitar kerap datang meminta izin menggunakan jaringan tersebut. Sinergi ini melahirkan kehangatan baru antara TNI dan masyarakat pesisir Maratua.

Negara hadir tidak hanya lewat senjata, tetapi juga lewat sinyal yang menyatukan. Internet di ujung Berau ini membuktikan bahwa wilayah terluar bukan berarti terlupakan.
Kini, para prajurit bisa menatap laut lepas dengan tenang, sembari menggenggam erat kehangatan rumah di tangan mereka. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar