“Jadi yang jelas Samarinda belum bisa dijadikan ketahanan pangan, seperti beras tetapi kalau untuk sayur-mayur mungkin kangkung, sawi dan sebagainya masih bisa tercukupi di sini,” katanya.
Kamaruddin juga menyoroti belum optimalnya realisasi program pembangunan sektor pertanian yang selama ini diwacanakan pemerintah daerah. Ia menilai berbagai rencana pengembangan pertanian belum berjalan maksimal, terutama terkait penyediaan sarana pendukung seperti irigasi dan pengairan.
“Sampai sekarang belum muncul, baru wacana dan perencanaan belum berjalan. Harusnya ada saluran irigasi dan pengairan, ada sih ada hanya sangat minim sekali dan tidak maksimal,” ujarnya.
Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap sektor pertanian agar daerah tidak terus bergantung pada pasokan pangan dari luar.
Menurutnya, masih banyak lahan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi pangan lokal jika dikelola secara serius.
“Sebagian besar malah banyak tambang-tambang ilegal di situ seharusnya dibuat percetakan sawah dan dikelola masyarakat, banyak lahan tidur tapi tidak diproduktifkan. Kita harapkan semua itu dikelola dengan baik dan tentu dibutuhkan perhatian dari pemerintah,” tandasnya. (*/advdprdsamarinda)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar